Rumah Kita, Kisah Kita: Panggilan untuk Ikut Berpartisipasi

Betapa baiknya Tuhan yang telah memberi kita sebuah rumah. Sebuah tempat di Paroki Mangga Besar ini, di mana kita bisa bertemu dengan-Nya dan saling menguatkan sebagai satu keluarga.

Rumah ini menyimpan kisah karya Tuhan yang luar biasa. Siapa yang dulu menyangka, dari dinginnya sebuah pabrik es, bisa tumbuh kehangatan sebuah Persekutuan dan Pelayanan. Dari penantian panjang para pendahulu kita selama 37 tahun untuk mendapatkan tempat permanen dalam beribadah, lahirlah iman yang kokoh, yang buahnya kita nikmati saat gereja ini untuk pertama kalinya diberkati pada 3 Januari 1977. Puluhan tahun sudah tempat ini menjadi saksi bisu dari jutaan doa, pertobatan, dan perayaan iman kita.

Kini, dinding-dinding yang sama memanggil kita. Usianya bukanlah tanda kerapuhan, melainkan undangan lembut dari Tuhan. Undangan untuk kembali menunjukkan rasa cinta kita, dengan menyediakan rumah yang layak bagi-Nya dan bagi siapa saja yang datang mencari-Nya. Ini adalah kesempatan kita untuk membalas kebaikan-Nya dengan syukur yang nyata.

Dan kini, panggilan itu sedang kita jawab bersama. Perjalanan ini telah kita mulai. Melalui dua tahun doa dan kerja keras dalam merencanakan, Panitia Pembangunan Gereja—yang lahir dari Rm. Agustinus Purwantoro SJ dan DPH serta dipimpin oleh Bpk. Effendy Hamzah—telah membuka jalan. Berkat Tuhan pun mengalir melalui restu Bapa Uskup Ignatius Kardinal Suharyo pada 26 Mei 2025. Hingga, pada 17 Agustus 2025, Salib dan tiang pancang pertama kita tanam dan tancapkan. Ini adalah tanda bahwa pembangunan fisik telah dimulai.

Namun, tiang pancang itu hanyalah permulaan. Sebab gereja yang sesungguhnya bukanlah bangunan baja dan semen. Gereja yang sejati adalah kita semua—umat-Nya. Jika Kristus adalah Batu Penjuru yang utama, maka kita masing-masing adalah batu-batu kecil yang hidup, yang dipanggil untuk ikut menyusun rumah ini dengan iman, harapan, dan kasih.

Karena itu, sebagai Pastor Paroki, saya tidak hanya mengajak Anda menyumbang. Saya mengajak Anda untuk ikut menjadi kisah. Untuk menjadi bagian hidup dari gereja ini dengan cara Anda masing-masing:

  • Menjadi fondasi doanya yang tak terlihat namun kokoh.
  • Menjadi tangan-tangan kasih-Nya yang berkarya melalui tenaga dan talenta dalam pembangunan komunitas di Paroki ini.
  • Menjadi persembahan syukur yang tulus melalui donasi yang Anda berikan.

Semoga kelak, saat kita berdoa di dalam gereja yang baru, kita tidak hanya melihat bangunannya yang indah. Semoga kita bisa merasakan kehangatan dari setiap doa, keringat, dan hati yang telah ikut membangunnya.

Tuhan memberkati niat suci kita.

Dalam doa,

Bernadus Christian Triyudo Prastowo, SJ

Pastor Kepala Gereja St. Petrus dan Paulus, Paroki Mangga Besar