Skip to content Skip to footer

Wujudkan APP 2026: Galakkan Gerakan Sederhana Merawat Bumi

 

Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Rm. Bernadus Christian Triyudo Praswoto, SJ memberikan sambutan dalam Sosialisasi dan Pembekalan Fasilitator APP Tahun 2026 di Ruang Fransiskus Xaverius, Gedung Karya Pastoral (GKP) Paulus, Selasa (10/02/2026). foto: jaka

Jakarta – Umat Paroki Mangga Besar diharapkan dapat menggalakkan gerakan-gerakan sederhana demi merawat bumi. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) tahun 2026, yaitu “Pertobatan Untuk Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama”.

Pesan tersebut disampaikan oleh Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Rm. Bernadus Christian Triyudo Praswoto, SJ (Romo Yudo), dalam Sosialisasi dan Pembekalan Fasilitator APP Tahun 2026 di Ruang Fransiskus Xaverius, Gedung Karya Pastoral (GKP) Paulus, Selasa (10/02/2026).

Gerakan Konkret dan Peran Fasilitator

Menurut Romo Yudo, gerakan-gerakan sederhana ini dapat muncul dari inisiatif pribadi maupun dalam komunitas-komunitas yang ada di lingkungan dan paroki. Melalui berbagai gerakan tersebut, pertobatan ekologis akan benar-benar dapat diwujudkan melalui langkah yang konkret.

Untuk itu, para fasilitator diharapkan dapat menyampaikan pesan dari tema APP 2026 ini kepada umat di tingkat lingkungan maupun kelompok-kelompok yang ada.

“Sungguh ini hal yang luar biasa dan kita bisa ikut serta dalam bergerak. Maka pahamilah bahwa ini adalah gerak bersama se-keuskupan. Tema APP adalah pertobatan untuk merawat bumi, rumah kita bersama. Ini akan ada penjelasannya tentang latar belakang Ensiklik Laudato Si dari Paus Fransiskus tahun 2015,” ungkap Romo Yudo.

Refleksi di Tingkat Lingkungan

Lebih lanjut, Romo Yudo menekankan bahwa untuk mendukung gerakan tersebut, dibutuhkan pendalaman atau sarasehan di tingkat lingkungan. Harapannya, gerakan ini tidak hanya berhenti pada aksi semata, tetapi juga didasari oleh refleksi yang mendalam.

“Tanpa refleksi, (aksi) hanya akan menjadi aktivisme. Maka, perlu ada masa di mana umat juga diajak untuk mendalami, sharing bersama, dan juga merenungkan sesuatu dari aksi. Sehingga Kitab Suci juga menjadi bagian dari hidup kita, bukan hanya pajangan indah di lemari,” pesan beliau.

Dari ‘Ego’ Menjadi ‘Eko’

Terdapat empat tema utama yang ditekankan dalam APP tahun 2026, yaitu:

Harmoni Seluruh Ciptaan: Relasi dengan bumi, Rumah Kita Bersama sebagai bentuk perhatian Ekologi Integral

Pembaharuan Diri: Berani Hidup Sederhana dan Secukupnya

Transformasi Kesadaran: Bergeser dari mentalitas ‘Ego’ (mementingkan diri sendiri) menjadi ‘Eko’ (mementingkan ekosistem).

Ekonomi Sirkular: Gerakan bersama dalam mengubah sesuatu yang dianggap sampah/tidak berguna menjadi bernilai atau punya daya guna.

Sebagai contoh praktis, Romo Yudo memberikan ilustrasi sederhana mengenai penggunaan kertas. “Misalnya kita kalau mau print sesuatu, jika satu sisi sudah digunakan, kita bisa menggunakan sisi yang lainnya. Itu salah satu gerakan sederhana. Tentunya ada banyak hal lain. Ini adalah gerak bersama aksi puasa pembangunan; tidak hanya pertobatan batin, tetapi pertobatan sosial, ekologis, dan ekonomi,” pungkasnya.

Informasi Acara: Sosialisasi APP 2026 ini diikuti oleh para fasilitator dari 54 lingkungan yang ada di Paroki Mangga Besar, dengan menghadirkan pemateri dari Seksi Kerasulan Kitab Suci (KKS) Paroki Mangga Besar. Acara ditutup dengan Kesimpulan dari Rm M. Irwan Susiananta SJ (Pastor Rekan) yang juga menunjukkan pada tahun ini adalah Tahun Yubelieum Khusus St. Fransiskus Asisi yang menjadi pelindung untuk pertobatan ekologis.

(Penulis: Jaka Maturbongs)

 

Leave a comment