
Foto bersama usai Misa OMK – Minggu Panggilan di Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Sabtu (25/4/2016). foto: Jaka
JAKARTA — Keterlibatan aktif kaum muda dalam kehidupan menggereja menjadi tanda nyata harapan bagi masa depan Gereja. Hal ini disampaikan oleh Rm. Frans Kristi Adi Prasetya, Pr dalam khotbahnya pada Misa OMK – Minggu Panggilan di Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Sabtu (25/4/2016).
Dalam homilinya, ia mengisahkan pengalaman yang menunjukkan kekaguman terhadap Gereja di Indonesia, khususnya karena banyaknya anak-anak dan orang muda yang ambil bagian dalam perayaan Ekaristi. Menurutnya, hal tersebut menjadi tanda bahwa Gereja terus bertumbuh dalam harapan.
“Selalu akan ada generasi yang menggantikan, yang membuat Gereja tetap hidup, berwarna, dan penuh energi,” ungkap Rm Frans.
Ia pun mengajak umat untuk bersyukur sekaligus mendorong agar semakin banyak kaum muda terlibat aktif dalam kehidupan Gereja. Keterlibatan itu tidak hanya terbatas pada mereka yang aktif dalam Orang Muda Katolik (OMK), tetapi juga mencakup seluruh kaum muda agar menyadari jati diri dan panggilan mereka.
Ajakan Meneladani Kristus di Tengah Tantangan Zaman
Lebih lanjut, umat diingatkan untuk meneladani Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Mengutip ajaran Rasul Petrus, ia menegaskan bahwa berbuat baik meski harus menghadapi penderitaan merupakan bagian dari kasih karunia Allah.
Ia juga menyoroti tantangan zaman modern yang cenderung mendorong sikap individualisme dan egoisme. Menurutnya, pola hidup yang hanya berpusat pada diri sendiri justru membuat manusia merasa hampa.
“Kalau kita hanya memikirkan diri sendiri, kita tidak akan pernah merasa cukup. Tetapi ketika kita mau memberi dan melayani, di situlah kita menemukan makna,” jelasnya.
Ia mengajak umat untuk menjadikan Yesus sebagai “pintu” kehidupan, yang menuntun pada kasih sejati dan kebersamaan, serta menjauhkan dari sikap egois.
Panggilan Perlu Dukungan Keluarga
Dalam bagian akhir homili, Rm. Frans membagikan kisah seorang anak muda yang datang kepadanya dan menyampaikan keinginan untuk menjadi imam.
Ia menuturkan bahwa tidak banyak orang muda yang berani secara langsung mengungkapkan keinginan untuk masuk seminari. Umumnya, muncul kekhawatiran tidak mendapat persetujuan dari orang tua.
Namun dalam kisah tersebut, anak muda itu justru mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya.
“Orang tuanya berkata, ‘Kalau itu membuatmu bahagia, jalanilah,’” tuturnya.
Menurutnya, dukungan keluarga menjadi hal yang sangat penting dalam menumbuhkan panggilan. Ia menilai masih ada kecenderungan orang tua yang berdoa agar muncul panggilan imamat, tetapi belum tentu siap jika panggilan itu hadir dalam keluarganya sendiri.
Ia menegaskan bahwa panggilan menjadi imam adalah bentuk pelayanan, yakni membantu orang lain berjumpa dengan Kristus.
“Menjadi imam adalah jalan untuk melayani. Bahkan ketika lelah, tetap memikirkan orang lain,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa seseorang dapat mengasihi karena terlebih dahulu mengalami kasih Tuhan sebagai Gembala Agung.
“Kita tidak bisa memberi kalau kita tidak memiliki. Kita memiliki Gembala Agung yang mengasihi kita, dan karena itu kita pun bisa mengasihi,” katanya.
Ia pun mengajak kaum muda untuk tidak memenjarakan Yesus dalam hati, tetapi berani mewujudkan iman dalam tindakan nyata, termasuk dengan terbuka terhadap panggilan hidup yang Tuhan berikan.
Temu OMK Bahas Relasi dan Seksualitas Kaum Muda
Setelah misa, kegiatan dilanjutkan dengan Temu OMK yang mengangkat tema “Bucin (Budak Cinta) atau Sahabat Kristus: Seksualitas dan Relasi Kaum Muda”. Acara ini berlangsung di Aula Fransiskus–Ignatius, Gedung Karya Pastoral (GKP) Petrus.
Kegiatan tersebut menghadirkan dr. Lilly Budiharto sebagai pemateri yang membahas dinamika relasi dan pemahaman seksualitas dalam kehidupan kaum muda dalam terang nilai-nilai Kristiani.
Melalui rangkaian kegiatan ini, kaum muda diajak untuk semakin mengenal jati diri, memperdalam iman, serta membangun relasi yang sehat dan bertanggung jawab, baik dengan sesama maupun dengan Tuhan.
(Penulis: Jaka Maturbongs)




