
Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Rm. Bernardus Christian Triyudo Prastowo, SJ memaparkan visi dan misi Gereja dalam Rapat Koordinasi Dewan Paroki Inti yang digelar pada Selasa, 14 April 2026, di Ruang Fransiskus Ignatius, GKP Petrus. Foto: Jaka
JAKARTA – Di balik deru mesin dan proses konstruksi fisik yang sedang berjalan di Paroki Mangga Besar, ada sebuah “pembangunan” lain yang jauh lebih mendasar: kesiapan mentalitas umatnya. Gereja baru bukan sekadar urusan semen dan baja, melainkan sebuah undangan bagi kita semua untuk membangun karakter pelayanan yang mengedepankan keramah-tamahan (hospitality), keterbukaan, serta semangat berjalan bersama (sinodalitas).
Pesan ini menjadi inti dari Rapat Koordinasi Dewan Paroki Inti yang digelar pada Selasa, 14 April 2026, di Ruang Fransiskus Ignatius, Gedung Karya Pastoral (GKP). Pertemuan dibuka secara khidmat oleh Diakon Amadea, SJ melalui penyampaian puncta (renungan) dari dokumen Evangelii Gaudium art. 28. Pesan utamanya jelas: seluruh pengurus diajak menjadi pembawa sukacita yang digerakkan oleh Roh Kudus, agar paroki tidak terjebak menjadi “lembaga usang” yang kaku karena urusan administrasi semata.
Menyeimbangkan Fisik dengan “Pertobatan Pastoral”
Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Rm. Bernardus Christian Triyudo Prastowo, SJ (Romo Yudo), menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan “pertobatan pastoral” sebagai bagian dari pembangunan karakter umat. Melalui visi Arbor Fructifera (Pohon yang Berbuah), Gereja ingin menjawab tantangan nyata yang ditemukan selama kunjungan pastoral periode November 2025 hingga Maret 2026.
Analisis kunjungan tersebut menunjukkan sebuah paradoks: meski semangat dan dedikasi umat luar biasa, banyak pengurus yang mengalami kelelahan (burnout) akibat beban tugas dan birokrasi yang rumit.
“Kita perlu menyederhanakan sistem birokrasi agar tidak membebani sukacita pengurus dalam pelayanan, sekaligus memberikan pelatihan yang mumpuni bagi para calon pengurus agar mereka benar-benar siap menjadi pelayan yang penuh sukacita dan antusias,” ungkap Romo Yudo.
Lebih dari itu, keramah-tamahan dan semangat berjalan bersama perlu menjadi cara kita bertindak sebagai satu komunitas.
Persiapan Matang: Pelatihan dan Regenerasi Bertahap
Dalam mencapai arah baru tersebut, berbagai persiapan dilakukan secara serius melalui pelatihan bagi calon pengurus. Ibu Irke dari BP3 (Litbang Paroki) memaparkan bahwa aspek yang dibekali mencakup Spiritualitas Kepemimpinan, Manajemen Manusia & Regenerasi, Strategi Pastoral Perkotaan, hingga Manajemen Digital agar wajah pelayanan paroki menjadi lebih hangat.
Sejalan dengan itu, proses regenerasi pengurus Dewan Paroki Pleno yang mencakup sekitar 40,91% posisi mulai dipersiapkan. Ibu Jenny D. menjelaskan bahwa regenerasi ini dilakukan secara bertahap dengan pendekatan “estafet kasih“. Dalam pola ini, pengurus lama tetap mendampingi pengurus baru (mentoring), bukan sekadar melimpahkan beban secara paksa.
Tahapan penting regenerasi:
- 15 – 22 April: Pembentukan tim formatur oleh lingkungan.
- 23 April – 7 Mei: Penyusunan kandidat pengurus.
- 28 Juni: Pelantikan Dewan Paroki Pleno.
Kabar Terbaru dari Lokasi Proyek
Sembari membenahi mentalitas, pembangunan fisik Gereja St. Petrus & Paulus terus menunjukkan kemajuan positif. Bp. Effendy H. melaporkan bahwa pembangunan telah memasuki minggu ke-22 dengan pencapaian 27,11%, sedikit melampaui target awal. Saat ini, pekerjaan struktur utama hampir rampung, dan tahap penutupan atap (topping off) dijadwalkan pada 24 Mei 2026.
Menyongsong Perayaan Syukur HUT ke-87
Seluruh rangkaian persiapan ini akan bermuara pada peresmian gereja baru yang direncanakan bertepatan dengan HUT Paroki ke-87. Dalam rapat ini, Wilayah Mangga Dua dan Wilayah Ancol resmi ditunjuk untuk memimpin kepanitiaan acara tersebut. Persiapan akan mencakup aspek spiritual (doa novena), kreativitas (lomba foto, dokumenter, dan lagu paroki), hingga pemberdayaan sosial bagi warga di sekitar gereja.
GO-KIL: Mendalami Sabda sebagai Akar Pembangunan
Sebagai pelengkap pembangunan fisik dan organisasi, Ibu Doktrina sebagai Korbid Pewartaan menekankan kembali pentingnya akar iman melalui program GO-KIL (Go Kitab Suci Lingkungan). Program ini bertujuan agar Sabda Tuhan semakin mudah dipahami dan umat semakin akrab dengan Kitab Suci melalui pertemuan rutin sebulan sekali di lingkungan. Dengan mendalami Sabda Tuhan, pembangunan umat tidak hanya berhenti pada kemegahan gedung, tetapi juga berbuah dalam kedalaman rohani.
Rapat ditutup dengan doa dan berkat dari Romo Irwan S., SJ. Mari kita bersama-sama mempersiapkan diri, karena Gereja yang baru membutuhkan hati yang juga diperbarui.
Agenda Penting Paroki Mendatang:
- 19 April: Pelatihan Calon Pengurus Sesi 2 (Manajemen Manusia & Regenerasi).
- 22 April: Hari Bumi (Aksi Cinta Bumi & Warta Digital Gerakan 3R).
- 25 April: Batas akhir pengisian Survei Ekaristi oleh umat.
- 9 Mei: Lokakarya olah sampah untuk kelompok Orang Muda Usia Produktif.
- 24 Mei: Topping Off (Penutupan atap) gedung gereja. (Penulis: Jaka Maturbongs)










