Skip to content Skip to footer

Bersatu dengan Seluruh Paroki se-KAJ, Gereja Mangga Besar Buka Novena Pertobatan Ekologis 2026

JAKARTA – Gereja Santo Petrus dan Paulus Paroki Mangga Besar menyatukan gerak langkah bersama seluruh paroki di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) dengan menggelar Pembukaan Novena Pertobatan Ekologis 2026. Momen istimewa ini dilaksanakan secara serentak di seluruh gereja se-KAJ pada Sabtu (14/2/2026), sebagai tanda dimulainya masa pertobatan nyata bagi kelestarian bumi.

Di Paroki Mangga Besar, Perayaan Ekaristi pembukaan ini dirayakan sekaligus dengan pembukaan Tahun Yubelium Khusus Santo Fransiskus Asisi yang dipimpin oleh Rm. Mikael Irwan Susiananta, SJ. Dalam misa tersebut, dibacakan Surat Gembala Prapaskah 2026 dari Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, yang bertajuk ‘Kepedulian Pada Alam Ciptaan’

Fokus Pastoral 2026: Merawat Bumi

Dalam Surat Gembalanya, Bapak Uskup Ignatius Kardinal Suharyo menegaskan bahwa Gereja KAJ telah menetapkan tahun 2026 sebagai tahun untuk memperdalam “tanggung jawab pada keutuhan alam ciptaan”. Ini adalah puncak dari penegasan bersama lima tahunan (2022-2026) Ajaran Sosial Gereja, di mana tahun ini kita diajak memelihara kelestarian bumi sebagai rumah kita bersama.

Tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun ini, “Pertobatan untuk Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama,” diangkat mengingat krisis ekologi di Indonesia yang kian serius.

“Sebagian besar bencana seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem disebabkan oleh kerusakan alam. Wilayah Jabodetabek menghadapi masalah serius mulai dari polusi udara, krisis sampah, hingga penurunan muka tanah yang mengancam kelompok paling rentan,” ungkap Kardinal dalam pesannya.

Mengutip gagasan mendiang Paus Fransiskus tentang Ekologi Integral dalam Laudato Si’, Kardinal mengingatkan bahwa krisis lingkungan dan krisis sosial bukanlah dua hal terpisah. “Ketika manusia merusak hubungan dengan alam, ia juga merusak hubungan dengan sesama dan Allah,” tegasnya.

Aksi Nyata: Dari Sampah Menjadi Berkah

Menanggapi krisis tersebut, Kardinal Suharyo tidak hanya meminta pertobatan batin, tetapi juga aksi konkret yang kreatif dan bernilai ekonomis (ekonomi sirkular). Beberapa langkah sederhana yang bisa dimulai dari keluarga dan komunitas antara lain:

  • Memanfaatkan lahan kosong untuk pertanian kota (urban farming).
  • Mengolah sampah menjadi berkah dan menyediakan tempat sampah terpilah.
  • Bekerja sama dengan bank sampah.
  • Hemat air, listrik, dan tidak membuang-buang makanan.

“Hal-hal baik ini hendaknya terus dilanjutkan sampai menjadi kebiasaan dan gaya hidup yang berkelanjutan. Kita perlu mempromosikan kepedulian ini kepada anak-anak dan orang muda, di mana teladan orangtua menjadi kuncinya,” ajak Kardinal.

Tahun Yubelium Santo Fransiskus Asisi

Selain pesan pertobatan ekologis, Rm. Mikael Irwan Susiananta, SJ, dalam pesan saat misa menjelaskan momen istimewa yang sedang berlangsung, yakni Tahun Yubelium Khusus Santo Fransiskus Asisi. Periode rahmat ini berlangsung mulai 10 Januari 2026 hingga 10 Januari 2027. Di KAJ, hal ini dibuka pada tanggal ini, dan setiap bulan ada Novena dengan tema khusus. 

Romo Irwan juga menjelaskan bahwa dalam tahun yubelium ini, umat diajak melakukan ziarah untuk mendapatkan Indulgensi (penghapusan hukuman sementara atas dosa-dosa yang sudah diampuni).

“Setelah mengaku dosa, dosanya sudah diampuni, tapi konsekuensi atau hukumannya tetap ada. Nah, indulgensi itu menghapuskan hukuman sementara tersebut,” jelas Romo Irwan.

Untuk memperoleh indulgensi selama Tahun Yubelium ini, ada empat syarat yang perlu dilakukan umat:

  1. Melakukan Ziarah ke gereja-gereja di wilayah Keuskupan (jumlah gereja tidak dibatasi).
  2. Menerima Sakramen Tobat (Pengakuan Dosa).
  3. Mengikuti Perayaan Ekaristi.
  4. Melakukan amal kasih.

Perayaan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh umat Paroki Mangga Besar untuk meneladan Santo Fransiskus Asisi—seorang mistikus yang hidup dalam harmoni dengan Allah dan alam—demi mewujudkan keselamatan bagi generasi sekarang dan mendatang. (Penulis: Jaka Maturbongs)

Leave a comment

Go to Top