
Pelatihan pembuatan coipan, makanan khas Pontianak di halaman GKP Petrus, Gereja St. Petrus dan Paulus, Paroki Mangga Besar, Sabtu (31/10/2026). foto: Jaka
JAKARTA – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki Mangga Besar melalui Bagian Pendidikan menggelar pelatihan pembuatan coipan, makanan khas Pontianak, pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 40 umat ini berlangsung di halaman GKP Petrus, Gereja St. Petrus dan Paulus, Paroki Mangga Besar.
Koordinator kegiatan, Imelda Halim, yang juga menjabat sebagai Koordinator Bagian Pendidikan WKRI, menjelaskan bahwa peserta berasal dari umat Paroki Mangga Besar. Keikutsertaan dalam kegiatan ini terbuka bagi seluruh umat yang berminat, tanpa harus menjadi perwakilan lingkungan tertentu.
“Jumlah peserta dibatasi sebanyak 40 orang agar pelatihan dapat berjalan dengan baik dan setiap peserta memperoleh kesempatan mengikuti tahapan pembuatan coipan. Pelatihan dipandu oleh seorang instruktur dari Paroki Tomang yang bersedia membagikan pengetahuannya secara sukarela kepada para peserta,” ungkapnya.
Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan proses pembuatan coipan sejak awal. Mereka memulai dengan mempersiapkan bahan-bahan, memotong bawang, membuat sambal, hingga mengolah adonan dan membuat kulit coipan.
Salah satu bagian yang membutuhkan ketelitian adalah pembuatan kulit coipan. Ketebalan kulit harus diperhatikan karena jika terlalu tebal akan menyulitkan proses pembuatannya, sedangkan jika terlalu tipis kulit mudah pecah.
Menurut Imelda, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bagian Pendidikan WKRI untuk menghadirkan kegiatan keterampilan yang bermanfaat bagi umat.
“Bagian Pendidikan akan terus mencari kegiatan-kegiatan seperti ini. Kami berharap umat bisa mandiri, bisa membuat sendiri, atau nantinya terlibat dalam UMKM,” ungkap Imelda.
Ia menjelaskan bahwa pelatihan pembuatan coipan kali ini merupakan kegiatan satu kali pertemuan. Namun, ke depan Bagian Pendidikan WKRI berharap dapat menghadirkan pelatihan keterampilan lainnya yang dapat memberikan manfaat bagi umat.
Melalui kegiatan ini, WKRI Paroki Mangga Besar tidak hanya memberikan kesempatan kepada umat untuk mempelajari keterampilan baru, tetapi juga mendorong tumbuhnya kreativitas dan kemandirian. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha produktif sehingga umat memiliki bekal untuk berkontribusi dalam kegiatan UMKM.
(Penulis: Jaka Maturbongs)















