Kumpulan Berita Paroki Mangga Besar
Pengurus OMK Periode 2026–2029 Dilantik, Romo Yudo: Bertumbuh Bersama dan Saling Merawat
Pelantikan Pengurus OMK St. Petrus dan Paulus Paroki Mangga Besar dalam Misa Minggu, (19/7/2026). Foto: Jaka JAKARTA – Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar memasuki babak baru pelayanannya dengan dilantiknya Pengurus OMK Periode 2026–2029 dalam Perayaan Ekaristi pada Minggu (19/7/2026) di Gereja Santo Petrus dan Paulus Mangga Besar. Perayaan ini menjadi momen istimewa karena selain pelantikan pengurus baru, Misa juga dihadiri oleh kelompok Umat Berkebutuhan Khusus (UBK) yang bersama-sama mengambil bagian dalam perayaan iman. Seusai Misa, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Temu Bersama OMK sebagai wadah membangun keakraban dan semangat pelayanan di antara orang muda. Perayaan
Seminar Musik Liturgi: Belajar Bersama demi Pelayanan yang Semakin Setia pada Liturgi Gereja
Foto bersama Romo Mikael Irwan Susiananta, SJ bersama pemateri dan peserta usai kegiatan Seminar Musik Liturgi, Sabtu (18/7/2026). Foto: Seksi Liturgi JAKARTA – Semangat untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman tentang musik liturgi menjadi fokus dalam Seminar Musik Liturgi yang diselenggarakan Seksi Liturgi Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Fransiskus–Ignatius, Gedung Karya Pastoral (GKP) Petrus, Sabtu (18/7/2026), ini diikuti oleh para pelayan liturgi, organis, dirigen, anggota koor, pemazmur, serta umat yang terlibat dalam pelayanan musik liturgi.Seminar dibuka oleh Ketua Seksi Liturgi Paroki Mangga Besar, Eugene Srimulyani. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat datang kepada para
Rekreasi Karyawan Pererat Kebersamaan Keluarga Besar Paroki Mangga Besar
Foto bersama usai rafting di Sungai Cisadane, Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/7/2026). Foto: Andy BOGOR – Mengusung tema “Satu Hati, Satu Keluarga”, Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar menggelar Rekreasi Karyawan pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan tahunan ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, membangun kekompakan, sekaligus menyegarkan kembali semangat pelayanan seluruh karyawan di tengah rutinitas pelayanan kepada umat.Sejak pukul 06.30 WIB, seluruh peserta berkumpul di halaman Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar sebelum berangkat bersama menuju CR One Group, Caringin, Bogor. Setelah sarapan bersama dan doa pembuka, rombongan bertolak pada pukul 07.00 WIB menggunakan bus.Sesampainya di lokasi,
Romo Yudo kepada Komsos: “Loe Jadi Admin Tuhan di Era Digital”
Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Rm. Bernardus Christian Triyudo Prastowo, SJ berpose bersama Tim Komsos usai kegiatan outing di Kebunsu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/7/2026). Foto: Komsos BOGOR – Tim Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar melaksanakan kegiatan outing di Kebunsu, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (4/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Rm. Bernardus Christian Triyudo Prastowo, SJ, memberikan pembekalan mengenai Spiritualitas Pelayanan dan Merajut Iman Melalui Konten Kreatif, sebagai bekal bagi para pegiat Komsos dalam menjalankan pelayanan komunikasi di era digital. Dengan gaya penyampaian yang
Merajut Harapan dalam Pembangunan: Update Progres Gereja St. Petrus & Paulus (Minggu ke-26 hingga 34)
Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Tuhan, karena kerinduan kita akan gereja yang baru perlahan-lahan mulai terwujud nyata. Menyapa seluruh umat Paroki Mangga Besar yang terkasih, kami ingin membagikan kabar gembira mengenai perkembangan pembangunan Gereja Katolik St. Petrus & Paulus. Dari minggu ke-26 hingga awal Juli 2026 (minggu ke-34), kerja keras para pekerja di lapangan yang diiringi oleh doa tulus bapak, ibu, dan saudara sekalian telah membuahkan progres yang sangat memuaskan. Agar umat dapat mengikuti perjalanan ini dengan lebih jelas, berikut adalah rangkuman langkah demi langkah pembangunan gereja kita dari minggu ke minggu: Minggu ke-26: Menjulangnya Rangka Atap Baja
Hari Raya Pelindung Paroki: Belajar Harapan dari Santo Petrus dan Santo Paulus
Perayaan Ekaristi Hari Raya Santo Petrus dan Paulus di Paroki Mangga Besar, Senin (29/6/2026). Foto: Jaka JAKARTA – Gereja Katolik di seluruh dunia memperingati Hari Raya Santo Petrus dan Santo Paulus. Di Paroki Mangga Besar, perayaan ini dirayakan dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Santo Petrus dan Paulus, Senin (29/6/2026). Perayaan ini menjadi sukacita tersendiri karena kedua orang kudus tersebut merupakan pelindung paroki. Dalam perayaan ini, umat paroki diingatkan bahwa harapan adalah kekuatan yang membuat seseorang tetap setia pada panggilan Allah di tengah berbagai pencobaan dan penderitaan. Meski memiliki latar belakang, karakter, dan cara pelayanan yang berbeda, Santo Petrus dan Santo
Pelantikan Dewan Paroki Pleno: Pelayanan Bukan Beban, Melainkan Tindakan Bela Rasa
Foto bersama Rm. Bernadus Christian Triyudo, SJ, Rm. Mikael Irwan Susiananta, SJ, Dewan Paroki Harian beserta Dewan Paroki Pleno yang baru dilantik, Minggu (28/6/2026). Foto: Andy JAKARTA – Bertepatan dengan Perayaan Pelindung Paroki Santo Petrus dan Santo Paulus, Pastor Paroki Santo Petrus Mangga Besar, Rm. Bernardus Christian Triyudo Pastowo, SJ, melantik 111 anggota Dewan Paroki Pleno Masa Bakti 2026–2029 dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Santo Petrus Mangga Besar, Minggu (28/6/2026). Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Rm. Bernardus Christian Triyudo Pastowo, SJ sebagai selebran utama, didampingi konselebran Rm. Mikael Irwan Susiananta, SJ, serta Diakon Amadea Prajna, SJ. Pelantikan tersebut menjadi momentum pembaruan
Romo Yudo: “You Are Not Alone”, Kaum Muda Diajak Menjadi Ruang Aman di Tengah Kesepian Era Digital
Rm. Bernadus Christian Triyudo Prastowo, SJ berpose bersama OMK usai Perayaan Misa di Gereja Katolik St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Jakarta, Sabtu (27/6/2026). Foto: Jaka JAKARTA – Fenomena kesepian di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital menjadi refleksi utama yang disampaikan Rm. Bernardus Christian Triyudo Pastowo, SJ (Romo Yudo) dalam homilinya pada Misa Bersama Orang Muda Katolik (OMK) di Gereja Katolik St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Jakarta, Sabtu (27/6/2026). Mengawali homilinya, Romo Yudo mengajak kaum muda mencermati berbagai fenomena yang berkembang di era digital. Mulai dari munculnya jasa sewa teman curhat, kebiasaan berbincang dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga
Dari Pondasi Iman Menuju Rumah Persaudaraan
Pembangunan Gereja Santo Petrus dan Paulus Memasuki Tahap Topping Off Ibadat Syukur Topping off yang dipimpin oleh Rm. Bernadus Christian Triyudo Prastowo, SJ di Areal Pembangunan Gedung Baru Gereja St. Petrus dan Paulus, Mangga Besar, Sabtu (27/6/2026). Foto: Jaka JAKARTA – Setelah hampir satu tahun proses berlangsung, pembangunan gedung Gereja Santo Petrus dan Paulus yang baru di Paroki Mangga Besar memasuki tonggak penting dengan dilaksanakannya Ibadat Syukur Topping Off atau penutupan atap pada (27/6/2026). Perayaan yang dipimpin Rm. Bernardus Christian Triyudo Pastowo, SJ (Romo Yudo) ini dihadiri oleh umat, panitia pembangunan, kontraktor, manajemen konstruksi, para pekerja, para donatur, serta umat
Menuju Paroki Hijau, Mangga Besar Siap Bangun Budaya Ekologis
Foto bersama usai Sosialisasi Gerakan Paroki Hijau yang berlangsung di Ruang St. Fransiskus Xaverius, GKP Paulus, Sabtu (13/6/2026). Foto: Flavia JAKARTA – Paroki Santo Petrus dan Paulus Mangga Besar siap membangun budaya ekologis di tengah umat sebagai langkah menuju Paroki Hijau. Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Gerakan Paroki Hijau yang berlangsung di Ruang St. Fransiskus Xaverius, Gedung Karya Pastoral (GKP) Paulus, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini mengajak umat menghidupi semangat Laudato Si’ melalui perubahan pola pikir, gaya hidup, dan tindakan nyata dalam merawat rumah bersama. Kegiatan yang merupakan program Tim Sinergi Bidang Prioritas (TSBP) 1 tersebut diawali dengan pengantar dari Rm.
Dari Potensi Menjadi Aksi: Kader Paroki Mangga Besar Diajak Bangun Lingkungan yang Hidup dan Berdaya
Kegiatan Pembekalan Kaderisasi Tahap 3 di Ruang Fransiskus Xaverius, GKP Paulus, Minggu, (14/6/2026). Foto: Andy JAKARTA – Paroki Mangga Besar kembali menggelar kegiatan pembekalan bertajuk Kaderisasi Tahap 3 pada Minggu, 14 Juni 2026. Jika pada tahap sebelumnya peserta diajak mendalami spiritualitas pelayanan dan manajemen manusia, tahap ketiga ini difokuskan pada dinamika riil umat di akar rumput serta cara-cara praktis menyelesaikannya. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran agar para kader dapat mengubah potensi menjadi aksi nyata yang berdampak. Untuk mewujudkan aksi nyata tersebut, para kader pertama-tama diajak untuk merenungkan kembali esensi dari kehidupan menggereja itu sendiri. Hal ini dibuka melalui sebuah refleksi
Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus, Romo Irwan: Ekaristi Menjadi Cara Yesus Tetap Hadir dan Dekat dengan Umat
Rm. Mikael Irwan Susiananta, SJ menerimakan komuni pertama kepada salah satu anak dalam Misa Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus di Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Minggu (7/6/2026). Foto: Jaka JAKARTA – Sebanyak 40 anak menerima Komuni Pertama dalam Perayaan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus di Gereja Santo Petrus dan Paulus, Paroki Mangga Besar, Jakarta, Minggu (7/6/2026). Dalam homilinya, Rm. Mikael Irwan Susiananta, SJ mengajak umat untuk semakin meneguhkan iman akan kehadiran nyata Kristus dalam Ekaristi serta menjadikan semangat berbagi sebagai buah dari perayaan Ekaristi. Mengacu pada bacaan Injil tentang Yesus sebagai Roti Hidup, Romo Irwan menjelaskan
Hari Raya Tritunggal Mahakudus, Umat Diajak Meneladani Kasih Allah lewat Pemberian Diri
Diakon Amadea Prajna, SJ menyampaikan khotbah dalam Misa Hari Raya Tritunggal Mahakudus di Gereja St Petrus dan Paulus Mangga Besar, Minggu (31/5/2026). Foto: Jaka JAKARTA — Umat diajak untuk memahami Allah Tritunggal Mahakudus bukan sekadar sebagai ajaran iman yang sulit dipahami, melainkan sebagai misteri kasih Allah yang nyata melalui pemberian diri bagi keselamatan manusia. Pesan tersebut disampaikan Diakon Amadea Prajna SJ dalam homilinya pada Misa Hari Raya Tritunggal Mahakudus di Gereja St. Petrus dan Paulus, Paroki Mangga Besar, Minggu (31/5/2026). Dalam katekesenya, Diakon Amadea menjelaskan bahwa Gereja mengajarkan Allah sebagai “satu hakikat, tiga pribadi”, yakni Allah Bapa, Allah Putra, dan
Wujud Persaudaraan, Paroki Mangga Besar Salurkan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Penyerahan kambing kurban oleh Pastor Paroki Mangga Besar, Rm. Bernardus Christian Triyudo Prastowo, SJ kepada Ketua RW 01, Kelurahan Tangki, Senin (25/5/2026). Foto: Jaka JAKARTA – Menjelang perayaan Idul Adha pada Rabu (27/5/2026) mendatang, Gereja St. Petrus dan Paulus Paroki Mangga Besar melalui Seksi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAAK) menyerahkan bantuan tiga ekor kambing kurban. Bantuan ini disalurkan kepada warga Muslim di RW 01, RW 02, dan RW 03, Kelurahan Tangki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat pada Senin (25/5/2026). Langkah ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial, sekaligus upaya berkelanjutan dalam mempererat tali persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama di tengah
Maria Jadi Role Model Gen Z, OMK Mangga Besar Diajak Hidup Otentik hingga Mengolah Sampah Menjadi Berkat
Diakon Amadea Prajna Putra Mahardika, SJ menyampaikan materi dalam kegiatan Temu OMK Paroki Mangga Besar di Ruang Fransiskus, Lantai 1 Gedung Karya Pastoral (GKP) Petrus, Paroki Mangga Besar, Sabtu (23/5/2026). Foto Jaka JAKARTA – Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Mangga Besar diajak meneladani Bunda Maria sebagai role model generasi muda masa kini, mulai dari keberanian menjadi diri sendiri, hidup reflektif, peduli terhadap sesama, setia dalam suka dan duka, hingga membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui pengolahan sampah menjadi berkat. Pesan tersebut disampaikan Diakon Amadea Prajna Putra Mahardika, SJ dalam kegiatan Temu OMK Paroki Mangga Besar yang dilaksanakan di Ruang Fransiskus, Lantai
Hari Raya Pentekosta, Umat Diajak Membuka Pintu Hati untuk Terlibat Melayani
Rm. Bernardus Christian Triyudo Prastowo, SJ menyampaikan homili dalam Misa Hari Raya Pentekosta di Gereja St. Petrus dan Paulus Paroki Mangga Besar, Minggu (24/5/2026) pukul 07.30. Foto: Jaka JAKARTA – Umat Katolik diajak membuka pintu hati dan berani terlibat dalam pelayanan Gereja dalam Perayaan Hari Raya Pentekosta yang dilaksanakan di Gereja St. Petrus dan Paulus Paroki Mangga Besar, Minggu (24/5/2026) pukul 07.30 WIB. Ajakan tersebut disampaikan Rm. Bernardus Christian Triyudo Prastowo, SJ (Romo Yudo) dalam khotbahnya yang menyoroti pentingnya keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja, mulai dari lingkungan, wilayah, kategorial hingga paroki. Mengawali refleksinya, Romo Yudo mengangkat situasi yang dekat dengan
Ubah Limbah Jadi Berkah: Aksi Nyata ‘Tobat Ekologis’ di Paroki Mangga Besar
JAKARTA – Gereja Katolik Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) telah menetapkan tahun 2026 sebagai tahun untuk memperdalam “tanggung jawab pada keutuhan alam ciptaan”. Semangat ini pun disambut hangat oleh ibu-ibu Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki Mangga Besar melalui sebuah aksi nyata yang kreatif dan bermanfaat. Mengubah Limbah Menjadi Berkah Pada hari Sabtu (7/3/2026), halaman Gereja St. Petrus dan Paulus tampak lebih ramai dari biasanya. Perwakilan umat dan beberapa Orang Muda Katolik (OMK) berkumpul bersama WKRI untuk belajar membuat sabun cair dari bahan eco enzyme. Kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan upaya menerjemahkan tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026,
Hari Komunikasi Sosial Sedunia, Umat Diajak Sediakan Waktu bagi Orang Terdekat
Diakon Amadea Prajna, SJ menyampaikan homilinya pada Misa Minggu Paskah VII yang juga merupakan peringatan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 di Gereja St. Petrus dan Paulus, Paroki Mangga Besar, Minggu (17/5/2026). Foto: Jaka JAKARTA – Umat diajak untuk kembali menyediakan waktu bagi orang-orang terdekat, saling melihat wajah, mendengarkan suara, berdoa bersama, serta membangun kebersamaan tanpa terus-menerus terganggu oleh gadget dan media sosial. Ajakan tersebut disampaikan Diakon Amadea Prajna, SJ dalam homilinya pada Misa Minggu Paskah VII yang juga merupakan peringatan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60 bertema “Memelihara Suara dan Wajah Manusia”, di Gereja St. Petrus dan Paulus, Paroki Mangga Besar,
Makna Kenaikan Yesus Kristus, Umat Diajak Untuk Menjadi Saksi
Suasana Misa Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus di Gereja St Petrus dan Paulus Mangga Besar, Kamis (14/5/2026). Foto: Jaka JAKARTA — Perayaan Kenaikan Tuhan Yesus Kristus bukan sekadar mengenang Yesus yang naik ke surga, melainkan menjadi panggilan bagi umat beriman untuk hadir sebagai saksi Kristus melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Umat diajak untuk tidak hanya “menatap langit”, tetapi juga peka terhadap kebutuhan sesama dan menghadirkan kasih Tuhan di tengah keluarga, lingkungan, tempat kerja, maupun masyarakat. Pesan tersebut disampaikan oleh Bernardus Rm. Christian Triyudo Prastowo, SJ (Romo Yudo) dalam homilinya pada Misa Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus di
Lomba Mazmur di Paroki Mangga Besar Jadi Ajang Pembinaan dan Seleksi Pesparani
Lomba Mazmur di Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Sabtu (9/5/2026). Foto: Jaka JAKARTA — Gereja St. Petrus dan Paulus Paroki Mangga Besar menggelar Lomba Mazmur pada Sabtu (9/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di gereja tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai kelompok usia dan berlangsung meriah serta penuh semangat pelayanan sebagai bagian dari pembinaan liturgi sekaligus persiapan menuju Pesparani. Sebanyak 32 peserta ambil bagian dalam lomba tersebut. Para peserta dibagi ke dalam empat kategori, yakni kategori Anak, Remaja, Orang Muda Katolik (OMK), dan Dewasa. Pemazmur Adalah Pewarta Sabda Tuhan Lomba Mazmur ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan vokal, tetapi
Melangkah dari Minggu ke-18 hingga ke-25
Melalui tulisan ini, kami ingin membagikan uraian mengenai perkembangan pembangunan fisik gereja kita tercinta. Berkat rahmat Tuhan dan dukungan yang luar biasa, proses pengerjaan terus berjalan dengan lancar dan kini telah merampungkan berbagai tahapan penting dari minggu ke-18 hingga minggu ke-25 (sampai 5 Mei 2026). Pada periode awal, yakni minggu ke-18 hingga ke-21, fokus pengerjaan difokuskan pada pembentukan struktur penyangga bangunan agar benar-benar kokoh. Pekerjaan dimulai dengan pendirian tiang-tiang penyangga untuk area lantai atas, yang kemudian dilanjutkan dengan pemasangan balok serta pengecoran pelat lantai. Pada tahap ini, kami juga melakukan audit dan evaluasi struktur secara saksama untuk memastikan seluruh fondasi
Mengawali Bulan Maria, Romo Yudo Ajak Umat Menghidupi Iman sebagai Relasi dan Kepedulian
Perarakan Patung Bunda Maria mengawali Misa Pembukaan Bulan Maria di Gereja Katolik St Petrus dan Paulus Mangga Besar, Jumat (1/5/2026). Foto Jaka JAKARTA – Misa Pembukaan Bulan Maria yang dirangkaikan dengan Perayaan Jumat Pertama berlangsung khidmat di Gereja Katolik St. Petrus dan Paulus Mangga Besar pada Jumat (1/5/2026). Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Rm. Bernardus Christian Triyudo, SJ atau yang akrab disapa Romo Yudo, didampingi oleh Diakon Amadea Prajna, SJ. Butir Rosario Hidup dalam Keberagaman Rangkaian perayaan ini sejatinya tidak serta-merta dimulai di altar. Sebelum perarakan dan Misa dimulai, acara telah lebih dulu dibuka pada pukul 17.00 WIB dengan pendarasan
Mari Melangkah Bersama dalam Doa!
Pernahkah kita merasa bahwa setiap langkah besar butuh fondasi yang kuat? Saat ini, Paroki Mangga Besar sedang dalam perjalanan iman yang luar biasa—membangun gereja baru yang akan menjadi rumah bagi kita semua. Momen ini bukan sekadar tentang semen dan batu bata, tapi tentang menyatukan hati. Menyongsong HUT ke-87 Paroki pada 3 Januari 2027 nanti, kita diajak untuk hening sejenak dan berserah melalui Novena Bersama. Apa yang spesial? Novena ini akan diadakan sebulan sekali selama 9 kali, mulai 3 Mei 2026 hingga Januari 2027. Lokasinya pun akan berpindah-pindah secara bergilir, sebagai simbol bahwa Gereja terus bergerak menjemput dan menyapa setiap umatnya.
SAMBER, Gerakan Umat yang Sulap Sampah Jadi Nilai Ekologis dan Ekonomis
Kegiatan Bank Sampah SAMBER di Paroki Mangga Besar belum lama ini. Foto: Jaka JAKARTA — Persoalan sampah di Indonesia, khususnya di ibu kota, menjadi tantangan serius baik dari sisi sosial maupun ekonomi. Produksi sampah di Jakarta mencapai lebih dari 7.800 ton per hari yang bermuara di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi. Dengan volume tersebut, TPST Bantargebang bahkan sempat diprediksi tidak mampu lagi menampung sampah karena kelebihan kapasitas. Situasi ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat, termasuk umat Katolik. Menanggapi hal tersebut, Keuskupan Agung Jakarta sejak 2016 mencanangkan Gerakan Silih Ekologis (Sileko) sebagai wujud
“Ecclesia Domestica”, Ajak Umat Sadari Keluarga sebagai Awal Panggilan
Foto bersama Pastor Paroki, Romo Bernardus Christian Triyudo Pastowo, SJ, Diakon Amadea Prajna, SJ para frater dan suster serta anak-anak yang mengenakan busana klerus dan religius sebelum Misa Hari Minggu Panggilan di di Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar pada Minggu (26/4/2026), foto: Jaka JAKARTA — Misa Hari Minggu Panggilan di Paroki Mangga Besar dilaksanakan di Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar pada Minggu (26/4/2026), dipimpin oleh Romo Bernardus Christian Triyudo Pastowo SJ. Pada perayaan ini, paroki mengangkat tema Ecclesia Domestica, yang menekankan pentingnya keluarga sebagai tempat pertama tumbuhnya panggilan iman. Dalam misa tersebut juga dihadirkan berbagai sharing
Keterlibatan Kaum Muda Jadi Tanda Harapan
Foto bersama usai Misa OMK – Minggu Panggilan di Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Sabtu (25/4/2016). foto: Jaka JAKARTA — Keterlibatan aktif kaum muda dalam kehidupan menggereja menjadi tanda nyata harapan bagi masa depan Gereja. Hal ini disampaikan oleh Rm. Frans Kristi Adi Prasetya, Pr dalam khotbahnya pada Misa OMK – Minggu Panggilan di Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Sabtu (25/4/2016). Dalam homilinya, ia mengisahkan pengalaman yang menunjukkan kekaguman terhadap Gereja di Indonesia, khususnya karena banyaknya anak-anak dan orang muda yang ambil bagian dalam perayaan Ekaristi. Menurutnya, hal tersebut menjadi tanda bahwa Gereja terus bertumbuh dalam
Meditasi, Jalan Melepaskan Diri dari Keinginan Duniawi
Foto bersama usai Misa HUT ke-19 Meditasi Kristiani Mangga Besar di Ruang Fransiskus–Ignatius, Gedung Karya Pastoral (GKP) Petrus, Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Sabtu (25/4/2026). foto: Niel JAKARTA — Di tengah berbagai tantangan dunia seperti krisis, ketidakadilan sosial, hingga persoalan migrasi dan stabilitas, praktik meditasi menjadi sarana penting bagi umat beriman untuk tidak terjebak pada keinginan duniawi, melainkan semakin mendalam dalam relasi dengan Tuhan. Hal ini disampaikan oleh Rm. Mikael Irwan Susiananta SJ (Rm. Irwan) dalam khotbahnya pada Misa HUT ke-19 Meditasi Kristiani Mangga Besar di Ruang Fransiskus–Ignatius, Gedung Karya Pastoral (GKP) Petrus, Gereja St. Petrus dan Paulus
Donor Darah Rutin Paroki Mangga Besar, Wujud Kepedulian terhadap Sesama
Kegiatan donor darah di Ruang Yakobus, Gedung Karya Pastoral (GKP) Petrus, Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Sabtu (25/4/2026). foto: Jaka JAKARTA — Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Paroki Mangga Besar secara rutin menggelar kegiatan donor darah yang melibatkan umat dan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Ketua Seksi Kesehatan Paroki Mangga Besar, dr Joyce Tjakraatmaja, M.Sc menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali dan telah dijadwalkan untuk satu tahun penuh. Dengan koordinasi bersama PMI, kegiatan donor darah kini menjadi program rutin yang terencana dengan baik. “Kami sudah menyusun jadwal satu tahun dan berkoordinasi dengan PMI,
Melihat Kekurangan di Gereja? Jangan Diam, Ayo Terlibat!
Upacara pembabtisan dalam Misa Penerimaan Sakramen Inisiasi di Gereja St Petrus dan Paulus Mangga Besar, Minggu (19/4/2026). Foto: Jaka JAKARTA —Dalam suasana penuh syukur Misa Penerimaan Sakramen Inisiasi di Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Minggu (19/4/2026), Rm. Mikael Irwan Susiananta, SJ (Romo Irwan) menyampaikan pesan kuat kepada umat. Ia mengajak setiap orang untuk tidak tinggal diam atau sekadar menjadi penonton/komentator saat melihat berbagai keprihatinan dalam kehidupan menggereja. Keprihatinan: Cara Tuhan “Memanggil” Kita Romo Irwan menekankan bahwa rasa prihatin yang muncul di dalam hati bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan sebuah panggilan untuk bertindak.“Kalau melihat sesuatu yang memprihatinkan dalam
Pelayanan adalah Sebuah Panggilan: Merawat Persekutuan dan Estafet Regenerasi
Kegiatan Pembekalan Kaderisasi di Ruang Fransiskus Xaverius, GKP Paulus, Minggu (19/2/2026). Foto: Jaka JAKARTA — Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Rm. Bernadus Christian Triyudo Prastowo, SJ (Romo Yudo), menegaskan bahwa pelayanan merupakan sebuah panggilan yang harus disadari sepenuhnya oleh setiap pelayan. Hal ini beliau sampaikan dalam penutupan kegiatan Pembekalan Kaderisasi II, Minggu (19/2/2026). Romo Yudo menekankan bahwa ketika seseorang menanggapi panggilan Tuhan, fokusnya bukan lagi pada kapasitas diri sendiri, melainkan pada keterbukaan akan tuntunan Roh Kudus. “Pelayanan adalah sebuah panggilan. Karena ini adalah panggilan, maka doanya bukan lagi tentang apakah aku layak atau tidak, melainkan: ‘Utuslah aku
Bukan Sekadar Bangunan: Menyongsong Gereja Baru dengan Mentalitas “Arbor Fructifera”
Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Rm. Bernardus Christian Triyudo Prastowo, SJ memaparkan visi dan misi Gereja dalam Rapat Koordinasi Dewan Paroki Inti yang digelar pada Selasa, 14 April 2026, di Ruang Fransiskus Ignatius, GKP Petrus. Foto: Jaka JAKARTA – Di balik deru mesin dan proses konstruksi fisik yang sedang berjalan di Paroki Mangga Besar, ada sebuah “pembangunan” lain yang jauh lebih mendasar: kesiapan mentalitas umatnya. Gereja baru bukan sekadar urusan semen dan baja, melainkan sebuah undangan bagi kita semua untuk membangun karakter pelayanan yang mengedepankan keramah-tamahan (hospitality), keterbukaan, serta semangat berjalan bersama (sinodalitas). Pesan ini menjadi inti
Pesan Paskah dari Mangga Besar: Gereja adalah Rumah bagi Setiap Orang
Suasana Misa Paskah di Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Minggu (5/4/2026). Foto: Komsos/Andy JAKARTA, Minggu (5/4/2026), “Paroki Mangga Besar adalah sebuah keluarga, dan Gereja dipanggil untuk menjadi rumah bagi mereka yang kesepian, terluka, dan kehilangan harapan.” Pesan mendalam ini disampaikan oleh Rm. Bernardus Christian Triyudo, SJ (Romo Yudo) dalam homili Misa Minggu Paskah di Gereja St. Petrus dan Paulus, Mangga Besar, pukul 07.30 WIB. Dalam suasana penuh sukacita, Romo Yudo menegaskan bahwa kebangkitan Kristus bukan sekadar peristiwa iman sejarah, melainkan panggilan nyata bagi kita untuk memperbarui kemanusiaan dan membangun Gereja sebagai pelukan hangat bagi semua orang yang datang.
Misa Paskah UBK: Diakon Amadea Bagikan 3 Alasan Mengapa Kita Semua Berharga
Foto bersama Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Rm. Bernardus Christian Triyudo Prastowo, SJ, Diakon Amadea Prajna, SJ dan Umat Berkarunia Khusus usai Misa Paskah, Minggu (5/4/2026). Foto: Komsos/Andy JAKARTA — Gereja St. Petrus dan Paulus, Mangga Besar, dipenuhi suasana hangat dan penuh syukur pada Minggu (6/4/2026). Dalam perayaan Misa Hari Raya Paskah bersama Umat Berkarunia Khusus (UBK), pesan tentang inklusivitas dan kasih Tuhan yang tanpa batas menjadi inti dari perayaan yang dipimpin oleh Rm. Bernardus Christian Triyudo Prastowo, SJ. Dalam homilinya, Diakon Amadea Prajna, SJ mengajak seluruh umat untuk merenungkan tiga alasan utama mengapa Paskah adalah sumber
Terus Bertumbuh: Laju Pembangunan Bangunan Fisik dan Bait Rohani Kita
Setelah berhasil merampungkan pengecoran area lantai dasar di awal tahun, denyut nadi pembangunan di lapangan terus berdetak kencang tanpa henti. Setiap hari adalah lembaran baru bagi terwujudnya rumah ibadah impian kita. Mari kita simak kembali catatan perjalanan membanggakan dari proses berdirinya Gereja St. Petrus & Paulus dari akhir Januari hingga awal Maret 2026: Rincian Perkembangan Pembangunan (Minggu ke-11 hingga 17) Minggu 11 (20 – 26 Jan 2026): Keselamatan dan Fondasi Lanjutan Melanjutkan pencapaian luar biasa sebelumnya, para pekerja mulai berfokus pada pekerjaan penggalian untuk Pile Cap dan Tie Beam di lantai 1. Di samping pengerjaan fisik, tim di lapangan juga sangat memperhatikan kesehatan dan keselamatan
Membangun Harapan Baru: Jejak Langkah Nyata Pembangunan Gereja Kita
Mari kita ikuti bersama rincian progres yang sangat membanggakan dari minggu ke minggu dari Minggu pertama sampai 10: Laju Pembangunan Kita (Minggu 1 hingga 10) Minggu 1 & 2 (13 – 24 Nov 2025): Langkah Perdana Pekerjaan dimulai dengan persiapan administratif dan pembersihan lahan. Galian tanah pertama untuk fondasi utama mulai dikerjakan, menjadi tanda resminya komitmen besar ini berjalan. Minggu 3 (25 Nov – 1 Des 2025): Menggali Dasar yang Kuat Para pekerja berfokus penuh menggali tanah untuk Pile Cap (kepala tiang pancang) dan Tie Beam (balok pengikat struktur). Di akhir minggu ketiga, progres kita mencapai 0,560%. Minggu 4 (2 – 8 Des 2025): Pembersihan Lanjutan Lapangan proyek
Menyongsong Fajar Baru: Perjalanan Membangun Kembali Gereja St. Petrus & Paulus
Menyongsong Fajar Baru: Perjalanan Membangun Kembali Gereja St. Petrus & Paulus (1) Setiap bangunan memiliki masanya, namun iman umat akan terus bertumbuh melampaui zaman. Pada Januari 2023, sebuah audit teknis yang dilakukan oleh PT Cahya Bima Wibawa membuka mata kita pada sebuah realitas yang menuntut perhatian serius. Ditemukan kerapuhan pada struktur atap dan penurunan fondasi pada bangunan utama gereja kita yang sarat sejarah (bekas bangunan pabrik es). Kenyataan ini bukanlah sebuah kemunduran, melainkan panggilan untuk bertindak. Demi memastikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan seluruh umat dalam beribadah, Pastor Kepala waktu itu, Rm. Agustinus Purwantoro, SJ, bersama dengan Dewan Paroki Harian (DPH) mengambil
Indahnya Kebersamaan: Paroki Mangga Besar Gelar Buka Puasa Bersama Warga RW 03 Tangki
Acara buka puasa bersama di halaman Sekretariat Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar pada Rabu (11/3/2026) petang. foto: jaka JAKARTA – Suasana hangat penuh persaudaraan menyelimuti halaman Sekretariat Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar pada Rabu (11/3/2026) petang. Paroki Mangga Besar mengundang warga RW 03 Kelurahan Tangki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, untuk duduk bersama dalam acara Buka Puasa Bersama. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud nyata semangat toleransi dan persaudaraan sejati di tengah keberagaman masyarakat Jakarta. Momen ini menjadi ruang perjumpaan yang tulus antara Gereja Katolik dan warga sekitar untuk mempererat ikatan sosial yang sudah terjalin
Ubah Limbah Jadi Berkah: Aksi Nyata ‘Tobat Ekologis’ di Paroki Mangga Besar
Anggota WKRI Paroki Mangga Besar bersama OMK dan perwakilan umat menunjukan produk sabun yang dibuat dari bahan eco enzyme, Sabtu (7/3/2026). foto: Jaka JAKARTA – Gereja Katolik Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) telah menetapkan tahun 2026 sebagai tahun untuk memperdalam “tanggung jawab pada keutuhan alam ciptaan”. Semangat ini pun disambut hangat oleh ibu-ibu Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki Mangga Besar melalui sebuah aksi nyata yang kreatif dan bermanfaat. Mengubah Limbah Menjadi Berkah Pada hari Sabtu (7/3/2026), halaman Gereja St. Petrus dan Paulus tampak lebih ramai dari biasanya. Perwakilan umat dan beberapa Orang Muda Katolik (OMK) berkumpul bersama WKRI untuk belajar
Membongkar Mentalitas “Bos”: Berani Menjadi Gembala Urban yang Penuh Sukacita
Pastor Paroki Mangga Besar, Rm. Bernardus Christian Triyudo Prastowo, SJ bersama Tim BP3 dalam kegiatan Pembekalan Kaderisasi I bertajuk “Spiritualitas Kepemimpinan: Menjadi Gembala Urban”, Minggu (1/3/2026). foto: jaka JAKARTA – Gereja bukan sekadar birokrasi, dan pengurus lingkungan bukan sekadar administrator. Semangat baru ini membakar antusiasme lebih dari 200 calon pengurus lingkungan Paroki Mangga Besar dalam Pembekalan Kaderisasi I bertajuk “Spiritualitas Kepemimpinan: Menjadi Gembala Urban”, Minggu (1/3/2026). Bertempat di Ruang Fransiskus Xaverius, Gedung Karya Pastoral (GKP) St. Paulus, acara yang diinisiasi oleh Bidang Pelatihan dan Kaderisasi (Pekat) serta Litbang (BP3) ini tampil beda. Menariknya, rekan-rekan OMK turut ambil bagian aktif dalam
Antara ‘Bucin’ dan Sahabat Kristus: OMK Dekenat Barat 1 Diajak Melangkah Lebih Dalam
Acara Temu OMK Dekenat Barat 1 di di Ruang Fransiskus, GKP Petrus, Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Sabtu (28/2/2026) malam. foto: komsos JAKARTA – Apa bedanya sekadar teman dan seorang sahabat sejati? Pertanyaan reflektif ini menjadi pusat perhatian dalam Misa OMK Dekenat Barat 1 yang digelar di Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Sabtu (28/2/2026). Dalam khotbahnya, Rm. Pius Novrin Arimurthi, Pr (Romo Novrin) menantang Orang Muda Katolik (OMK) untuk tidak berhenti menjadi “teman” Yesus yang datang hanya saat butuh. Beliau mengajak mereka bertransformasi menjadi Sahabat Kristus. Kuncinya? Memiliki ‘telinga yang besar’—kerendahan hati untuk lebih banyak mendengarkan
Menuju Sakramen Seumur Hidup: 12 Pasangan Calon Pasutri Ikuti Kursus MRT di Paroki Mangga Besar
Komisi Kerasulan Keluarga KAJ memberikan materi kepada pasangan calon suami-istri dalam Kursus Persiapan Perkawinan MRT di Ruang Stanislaus, Gedung Karya Pastoral (GKP) St. Paulus, Paroki Mangga Besar, Sabtu (28/2/2026). foto: jaka JAKARTA – Menikah dalam Gereja Katolik bukanlah sekadar urusan pesta sehari, melainkan persiapan untuk janji setia seumur hidup, sampai maut memisahkan. Menyadari pentingnya fondasi tersebut, sebanyak 12 pasangan calon suami-istri mengikuti Kursus Persiapan Perkawinan “Membangun Rumah Tangga (MRT)” di Ruang Stanislaus, Gedung Karya Pastoral (GKP) St. Paulus, Paroki Mangga Besar. Kegiatan yang merupakan agenda rutin Seksi Kerasulan Keluarga (SKK) ini berlangsung selama dua hari penuh, yakni Sabtu (28/2) hingga
Transformasi Spiritual: Dari ‘Ego’ Menuju ‘Eko’ demi Menjadi Saleh Ekologis
Diakon Amadea Prajna, SJ, menyampaikan pengantar acara Workshop Pengelolaan Sampah bertajuk “Dari Sampah ke Berkah: Membangun Budaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle)” di Ruang Fransiskus Xaverius, GKP St. Paulus, Paroki Mangga Besar, Sabtu (28/2/2026). foto: jaka JAKARTA – Menjadi suci ternyata tidak hanya soal rajin berdoa di gereja, tetapi juga soal bagaimana kita memperlakukan alam ciptaan. Pesan kuat inilah yang mengemuka dalam Workshop Pengelolaan Sampah bertajuk “Dari Sampah ke Berkah: Membangun Budaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle)” di Ruang Fransiskus Xaverius, GKP St. Paulus, Paroki Mangga Besar, Sabtu (28/2/2026). Diakon Amadea Prajna, SJ, dalam pengantar acara, mengajak umat untuk melakukan lompatan kesadaran:
Siaga dalam Kasih: Umat Paroki Mangga Besar Ikuti Pelatihan First Aid Responder
Foto bersama Tim P3KD DKI Jakarta bersama peserta usai Pelatihan First Aid Responder, Sabtu (28/2/2026). foto: jaka JAKARTA – Gereja yang aman dan nyaman adalah dambaan kita semua. Menyadari pentingnya kesiapsiagaan dalam situasi darurat, Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar menggelar Pelatihan Dasar First Aid Responder (Penanganan Kegawatdaruratan) pada Sabtu (28/2/2026). Bertempat di Ruang Fransiskus, Gedung Karya Pastoral (GKP) St. Petrus, kegiatan ini menggandeng Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (P3KD) Provinsi DKI Jakarta. Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari rekan-rekan OMK, karyawan paroki, anggota Kolatan, serta perwakilan umat tampak antusias mengikuti jalannya pelatihan. Bukan Sekadar Teori, Tapi Praktik
Wujud Persaudaraan: Paroki Mangga Besar Bagikan Takjil bagi Sesama yang Berpuasa
Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Rm. Bernadus Christian Triyudo Prastowo, SJ membagikan takjil kepada salah satu driver ojek online di depan Gereja, Jumat (20/2) sore. foto: JAKA JAKARTA – Di tengah suasana bulan suci Ramadhan, momen di mana umat Muslim menjalankan ibadah puasa, pemandangan penuh kesejukan terlihat di depan Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar pada Jumat (20/2) sore. Sebagai bentuk toleransi dan kasih, paroki hadir di tengah masyarakat untuk berbagi kegembiraan berbuka puasa. Sapaan Kasih untuk Saudara Muslim Rm. Bernadus Christian Triyudo Prastowo, SJ (Romo Yudo) selaku Pastor Paroki, turun langsung bersama Seksi Hubungan Antar
Makna Sejati Rabu Abu: Bukan Sekadar Diet, Tapi Perjalanan Pulang ke Rumah Bapa
Rm. Bernardus Christian Triyudo Prastowo, SJ menerimakan abu kepada umat dalam Misa Rabu Abu, di Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Rabu (18/2/2026). foto: jaka JAKARTA – Rabu Abu menandai awal Masa Prapaskah bagi umat Katolik, sebuah perjalanan rohani selama 40 hari menuju Paskah. Hari ini menjadi simbol penting bagi pertobatan, perkabungan, serta pengakuan akan kerendahan hati manusia di hadapan Tuhan. Melalui tanda abu berbentuk salib di dahi, kita diingatkan untuk berbalik kepada-Nya dengan segenap hati (metanoia). Dalam Misa Rabu Abu di Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar (18/2/2026), Pastor Paroki kita, Rm. Bernadus Christian Triyudo Pastowo, SJ
Imlek 2026 dan Tahun Kuda Api: Tantangan Terbesar Justru “Penyakit” Lupa Tuhan
Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Rm. Bernardus Christian Triyudo Praswoto, SJ bersama Rm. Mikael Irwan Susiananta, SJ memberi ucapan Selamat Tahun Baru Imlek kepada umat di Depan GKP Petrus seusai perayaan misa, Selasa (17/2/2026). foto: jaka JAKARTA – Memasuki Tahun Kuda Api pada Imlek 2026 ini, masyarakat dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari kondisi ekonomi yang fluktuatif dan tidak baik-baik saja hingga persaingan yang kian memanas. Namun, di balik hiruk-pikuk duniawi tersebut, ada satu tantangan rohani yang sering luput dari perhatian, yaitu “penyakit” lupa akan Tuhan. Pesan mendalam ini disampaikan oleh Rm. Bernadus Christian Triyudo Pastowo, SJ
Mangga Besar Jadi Salah Satu Paroki dengan LPJ Terbaik
Jakarta – Gereja St. Petrus dan Paulus Paroki Mangga Besar dinobatkan sebagai salah satu paroki dengan kategori “Pelaporan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Paroki Terbaik 2025”. Apresiasi ini diberikan langsung oleh Tim Karya Parokial Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), setelah acara Rekoleksi Dewan Paroki Harian (DPH) se-Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Bersama Kardinal Ignatius Suharyo di Gedung Leo Dehon Gereja St. Stefanus Paroki Cilandak, Sabtu (14/02/2026). Apresiasi Kinerja: Konsistensi dan Kepedulian Berdasarkan data Tim Karya Parokial KAJ, dalam evaluasi Program Karya (Prokar) 2025. Paroki Mangga Besar mendapatkan apresiasi khusus atas kinerja administrasi dan pastoralnya, antara lain: Pertobatan Ekologis: Lebih dari Sekadar Menanam Pohon Dalam
Upacara Pembakaran Daun Palma di Halaman Sekretariat Paroki Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar
Ibadat dipimpin oleh Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Rm. Bernardus Christian Triyudo Prastowo, SJ dengan dihadiri Panitia Paskah 2026, Minggu (15/2/2026).
Bersatu dengan Seluruh Paroki se-KAJ, Gereja Mangga Besar Buka Novena Pertobatan Ekologis 2026
JAKARTA – Gereja Santo Petrus dan Paulus Paroki Mangga Besar menyatukan gerak langkah bersama seluruh paroki di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) dengan menggelar Pembukaan Novena Pertobatan Ekologis 2026. Momen istimewa ini dilaksanakan secara serentak di seluruh gereja se-KAJ pada Sabtu (14/2/2026), sebagai tanda dimulainya masa pertobatan nyata bagi kelestarian bumi. Di Paroki Mangga Besar, Perayaan Ekaristi pembukaan ini dirayakan sekaligus dengan pembukaan Tahun Yubelium Khusus Santo Fransiskus Asisi yang dipimpin oleh Rm. Mikael Irwan Susiananta, SJ. Dalam misa tersebut, dibacakan Surat Gembala Prapaskah 2026 dari Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, yang bertajuk ‘Kepedulian Pada Alam Ciptaan’ Fokus Pastoral 2026:
Wujudkan APP 2026: Galakkan Gerakan Sederhana Merawat Bumi
Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Rm. Bernadus Christian Triyudo Praswoto, SJ memberikan sambutan dalam Sosialisasi dan Pembekalan Fasilitator APP Tahun 2026 di Ruang Fransiskus Xaverius, Gedung Karya Pastoral (GKP) Paulus, Selasa (10/02/2026). foto: jaka Jakarta – Umat Paroki Mangga Besar diharapkan dapat menggalakkan gerakan-gerakan sederhana demi merawat bumi. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) tahun 2026, yaitu “Pertobatan Untuk Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama”. Pesan tersebut disampaikan oleh Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Rm. Bernadus Christian Triyudo Praswoto, SJ (Romo Yudo), dalam Sosialisasi dan Pembekalan
Facts On Weekend Special #7: Urgensi Gereja Darurat Kedua
Tujuan Lahan di Prinsenlaan No. 26 Dalam slide “Cikal Bakal Paroki” edisi kelima lalu, ada info setelah Paroki diresmikan, Pastor Leo Zwaans merencanakan membangun gedung gereja di Jalan Prinsenlaan no. 26. Hal ini juga diperkuat oleh sebuah artikel di Majalah Kontak edisi Januari 1981. Sayangnya, rencana itu tidak terwujud. Selain karena situasi yang lalu berubah menjadi Perang Dunia II dan pastor-pastor Belanda diinternir, rencana ini juga tidak mendapat sambutan yang baik. Akhirnya lahan di Jalan Prinsenlaan itu ditujukan untuk lokasi Gedung Pastoran. Kondisi ini berlangsung dari tahun 1946 hingga tahun 1950. Kerepotan yang Terjadi Saat itu, “Gereja Darurat” Pertama di
Facts On Weekend Special #6: Angin Segar Bagi Paroki Baru
Berdirinya Paroki Mangga Besar Paroki Mangga Besar resmi berdiri pada tanggal 3 Januari 1940 dengan mengambil nama 2 rasul besar dalam Gereja Katolik. Santo Petrus dan Santo Paulus yang dianggap sebagai pilar utama Gereja menjadi nama paroki sekaligus 2 santo pelindung. Momen apa saja yang menjadi sejarah awal Paroki Mangga Besar ya? 3 Orang Pastor Luar Indonesia Berikutnya Setelah kemerdekaan RI, pada tahun 1946, Pastor Leo Zwaans diangkat menjadi pastor kepala Paroki Mangga Besar. Lalu datanglah 3 orang pastor asal luar Indonesia: Pastor Wilhelmus Krause Van Eeden, SJ (Belanda) di tahun 1947, Pastor Laurentius Van der Werf, SJ (Belanda) di
Facts On Weekend Special #5: Dari Stasi Menjadi Paroki
Bagian 2: Sejarah Awal Paroki Mulai pekan ini, Edisi Spesial Sejarah Paroki memasuki Bagian 2 yang bertema Sejarah Awal Paroki. Bagian 1 yang berjudul Awal Mula Paroki berakhir sudah di pekan lalu dalam masa pendudukan bangsa Jepang sampai era kemerdekaan Indonesia. Secara timeline tahunnya, sebenarnya Edisi Keempat lalu sudah menjadi Bagian 2 ini. Bagian “Berdirinya Paroki…” akan memperjelas hal ini. Di sini, dinamika karya misi Katolik di Batavia yang menjadi fokus Bagian 1, mengkategorikan tahun 1942 hingga tahun 1945 menjadi masa tantangan bagi visi komunitas Mangga Besar dari Pastor Vikaris Apostolik. Sekilas Sejarah di Bagian 1 Sejak tahun 1932, umat
Facts On Weekend Special #4: Bertahan di Masa Sulit
Sosok Pengganti Pastor Edwards Cappers Pastor Leo Michael Ignatius Marie Zwaans, SJ semula berkarya di kota Semarang. Di sana beliau juga merasul untuk kalangan etnis Tionghoa. Pada tahun 1938 di kota Batavia, terjadi pergantian pastor untuk kerasulan bagi umat etnis ini. Karena umat di daerah Kemakmuran membutuhkan paroki, maka Pastor Edwards Cappers pindah ke sana. Sebagai penggantinya, Pastor Leo Zwaans yang menggantikan beliau mengurusi komunitas umat Tionghota di daerah calon Paroki Mangga Besar. Satu “misteri” di edisi pekan lalu terjawab juga ya. Gimana dengan “misteri” yang satunya lagi? Sejarah Berhasil Membuktikan Visi? Pastor Vikaris Apostolik Batavia ke-6 (periode: 3 Oktober
Facts On Weekend Special #3: Stasi dan “Gereja Darurat” Pertama
Profil Singkat dan Kedatangan Pastor Edwards Cappers, MSC Semula Pastor asal Belanda yang satu ini berkarya di daerah Kepulauan Kei dan Papua. Faktor kesehatan yang memaksa beliau pindah ke Batavia di tahun 1932. Sebenarnya sang pastor ditempatkan di kota ini untuk membantu Pastor Baptist, MSC di Kantor Waligereja di Jalan Gunung Sahari. Kedatangan beliau yang membuat tahun 1932 menjadi tahun “Rahmat” karena karya misi pertamanya juga mengambil “peran kosong” yang tadinya diisi oleh Pastor Kortenhorst, SJ. Jadi penasaran kan peran kosong apa itu? Lanjut yukss! Pendekatan yang Membuahkan Stasi Melihat misa yang diadakan di Batavia saat itu hanya dengan Bahasa
Facts On Weekend Special #2: “Cikal Bakal” Paroki Mangga Besar dalam Masa Pergantian Abad 19-20
Profil Singkat Wilayah Mangga Besar di Pergantian Abad 19–20 Di masa itu, wilayah sekitar Mangga Besar merupakan bagian dari Paroki Katedral Batavia. Wilayah yang sedikit tercatat dalam berbagai dokumen dan pemberitaan ini memang dimaksudkan sebagai cikal bakal Gereja Misi, tidak hanya untuk kota ini namun juga ke seluruh Nusantara. Apa maksudnya “cikal bakal Gereja Misi” itu ya? Simak yuks. Profil dan Karya Pastor H. Kortenhorst, SJ Awal mulanya, Pastor asal Belanda ini berkarya di antara penduduk Pulau Bangka yang beretnis Tionghoa sejak tahun 1877. Pada tahun 1898, beliau dipindahkan tugasnya ke ibukota Hindia Belanda masa itu dan mendapatkan tugas misi
One Fact E-Friday Special: “Perintis” Gereja St. Petrus dan Paulus, Paroki Mangga Besar
Edisi Spesial #1: “Perintis” Paroki Mangga Besar (Perkenalan Edisi Spesial) Pengantar Edisi Spesial & Bagian 1: Awal Mula Paroki Mulai pekan ke-2 Juli 2025, One Fact E Friday (OFEF) tampil dalam rangkaian Edisi Spesial. Kita ingin mengenang kembali titik-titik penting dalam Sejarah Gereja St. Petrus dan Paulus dalam rangka pembangunan gedung gereja baru. Edisi Spesial terdiri dari beberapa bagian dalam sejarah Paroki, yang dimulai dengan Awal Mula Sebelum Terbentuknya Paroki. Bagian 1 terbagi lagi dalam sejumlah bahasan kecil yang simpel dan menarik. Yang pertama, yuk kita kenali 3 orang sosok pastor Katolik asal Belanda yang berperan penting dalam proses berdirinya
One Fact E-Friday: Santo Paulus
Facts About Santo Paulus Santo Paulus Rasul besar yang Tuhan Yesus Kristus pilih untuk: pewarta Diri-Nya sebagai juruselamat sejati bagi umat manusia, melalui ajaran Injil dan Kerajaan-Nya, sekaligus gembala sejati bagi umat Kristiani di banyak kota yang dikunjunginya. Di berbagai tempat dalam surat-suratnya, Santo Paulus menyebut diri sebagai rasul bagi bangsa-bangsa di luar (non) Yahudi, seperti dalam Roma 11:13. Nama Saulus dan Paulus Banyak orang termasuk umat Kristiani yang mengira (salah kaprah) kalau nama Saulus diubah (oleh Tuhan ataupun dirinya sendiri) menjadi Paulus setelah peristiwa di kota Damsyik. Padahal sosok besar ini punya nama ganda berkat 2 kewarganegaraan yang dimilikinya
One Fact E Friday: Saint Peter
Fakta-Fakta Tentang Santo Petrus Santo Petrus Salah seorang rasul Tuhan Yesus yang terpilih juga menjadi pemimpin kelompok 12 Rasul utama serta Bapa Paus pertama dalam Gereja Katolik. Bersama Santo Paulus, mereka dianggap sebagai sokoguru Gereja. Menurut Injil Yohanes (1: 44), Santo Petrus lahir di kota Betsaida, daerah Galilea. Sebuah desa nelayan di tepi Danau Genesaret. Santo Petrus terkenal dengan sikap dan sifat: spontan (Mat 16: 16, 17: 4, 26: 33; Luk 24: 12), pemberani (Mat 14: 28, 16: 16), jujur, murah hati, pekerja keras (Luk 5: 5), rendah hati (Luk 5: 8; Kis 10: 26), namun awalnya juga seorang penakut
One Fact E-Friday: Tubuh-Darah dan Hati Kudus Yesus
Fakta-fakta Tentang Tubuh dan Darah Kristus serta Hati Kudus Yesus Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Corpus Christi) Perayaan penting dalam Gereja Katolik untuk menghormati dan menghargai kehadiran nyata Yesus Kristus dalam Ekaristi atau Misa Kudus. Hari Raya Corpus Christi ditetapkan untuk diperingati pada hari Kamis sesudah Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Namun, di beberapa negara (termasuk Indonesia, oleh Konferensi Waligereja Indonesia) dan keuskupan, hari raya ini diadakan pada hari Minggu setelah Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Hari Raya Hati Kudus Yesus Hati Kudus Yesus sebenarnya adalah devosi umat Katolik untuk menghormati hati Tuhan Yesus yang terluka karena kasih cinta ilahi-Nya kepada
One Fact E-Friday: Pentakosta & Tritunggal Mahakudus
Fakta-fakta Tentang Pentakosta dan Tritunggal Mahakudus Pentakosta dan Nama Lainnya Pentakosta merupakan hari raya penting umat Kristiani untuk memperingati peristiwa turunnya atau pencurahan Roh Kudus kepada para murid Tuhan Yesus yang sedang berkumpul di Yerusalem. Peristiwa ini sekaligus menandai awal terbentuknya Gereja sebagai sebuah komunitas yang bersatu dan melanjutkan misi keselamatan jiwa-jiwa dari Tuhan Yesus bagi dunia. Pentakosta berasal dari kata Yunani Pentēkostē yang berarti “hari ke-50”. Hari raya ini juga dikenal dengan nama Minggu Putih, sehingga di beberapa negara Eropa disebut sebagai Whitsuntide. Asal Usul Pentakosta dalam Tradisi Yahudi (Perjanjian Lama) Dalam tradisi Yahudi, Pentakosta berakar pada hari raya
One Fact E-Friday: Novena Roh Kudus
Fakta-fakta Tentang Novena Roh Kudus Novena Roh Kudus Adalah … Novena Roh Kudus merupakan doa devosi Katolik yang dilakukan selama 9 hari berturut-turut (novena = novem = sembilan), yang dimulai satu hari setelah Hari Kenaikan Tuhan Yesus ke surga dan berakhir pada hari Sabtu menjelang Hari Raya Pentakosta. Tujuan Novena Roh Kudus Memohon turunnya Roh Kudus beserta tujuh karunia-Nya atas umat beriman sebagai komunitas Gereja. Mempersiapkan batin umat beriman sebelum menyambut kedatangan tujuh karunia Roh Kudus pada Hari Raya Pentakosta. Ketujuh karunia Roh Kudus tersebut adalah: roh kebijaksanaan, roh pengertian, roh nasihat, roh keperkasaan, roh pengenalan akan Allah, roh kesalehan,
One Fact E-Friday: Kenaikan Tuhan Yesus
Kenaikan Tuhan Yesus Kenaikan Tuhan Yesus dan Hari Rayanya Kenaikan Tuhan Yesus adalah peristiwa terangkatnya Tuhan Yesus Kristus secara nyata dan fisik naik ke surga pada 40 hari setelah kebangkitan-Nya. Peristiwa ini terjadi di hadapan para murid-Nya setelah Ia menyampaikan pesan terakhir-Nya: “Kamu akan menjadi saksi-Ku.” (Kis 1:8) Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus merupakan hari raya umat Kristiani untuk memperingati kenaikan Tuhan Yesus ke surga. Peringatan ini umumnya dirayakan pada hari Kamis, 40 hari setelah Hari Raya Paskah, dan 10 hari sebelum Hari Raya Pentakosta. Perayaan Kenaikan Tuhan Yesus (Ascension Day) telah dilakukan sejak abad ke-4 dan menjadi momen penting
One Fact E-Friday: Ajaran Sosial Gereja
Facts About Ajaran Sosial Gereja Ajaran Sosial Gereja Adalah … Ajaran Sosial Gereja merupakan ajaran Gereja Katolik demi kebaikan bersama (common good) dalam masyarakat, untuk mengarahkan manusia dan masyarakat kepada kebahagiaan sejati. Ajaran ini menjadi bagian integral dari tradisi Katolik Roma yang menawarkan prinsip-prinsip moral untuk membimbing umat beriman dan masyarakat luas dalam kehidupan sosial. Sumber atau Akar Ajaran Sosial Gereja Kitab Suci, terutama Sepuluh Perintah Allah yang menjadi dasar pengajaran moral dalam Gereja Katolik. Tulisan para Bapa dan Pujangga Gereja, khususnya Santo Agustinus (The City of God) dan Santo Thomas Aquinas (Summa Theologiae). Pengajaran para Bapa Paus, melalui ensiklik,
One Fact E-Friday: Rerum Novarum
Facts About Rerum Novarum Rerum Novarum = Sebuah Ensiklik Rerum Novarum merupakan sebuah ensiklik tentang kondisi buruh pada masa setelah Revolusi Industri di Eropa (abad ke-19). Surat terbuka yang membahas situasi kelas pekerja ini diedarkan dari Vatikan kepada seluruh uskup, dan kemudian menjadi dokumen yang sangat penting sebagai tonggak kelahiran Ajaran Sosial Gereja. Ajaran Sosial Gereja beserta Rerum Novarum hingga kini masih menjadi rujukan dalam menghadapi persoalan sosial dan ekonomi umat manusia. Penulis dan Waktu Terbit Rerum Novarum Rerum Novarum ditulis oleh Paus Leo XIII sebagai jawaban atas tantangan zaman pasca Revolusi Industri yang dibarengi dengan bangkitnya paham sosialisme dan
Pope Leo XIV
Facts About Pope Leo XIV Paus Pertama dari AS dan Ordo Augustinian Meski berasal dari negara adi daya dunia, beliau lebih dikenal sebagai sosok “low profile” yang menyejukkan. Bahkan dalam pidato perdananya, Paus Leo XIV mengutip frasa terkenal milik Santo Agustinus: “Bersama kalian saya adalah seorang Kristen, demi kalian saya adalah seorang uskup.” Punya Dua Kewarganegaraan Karena Misi Pelayanan Dalam sesi wawancara dengan Vatican News sebelum menjadi Paus, Kardinal Robert Francis Prevost berkata: “Saya masih menganggap diri saya seorang misionaris. Panggilan saya, seperti setiap orang Kristen, untuk mewartakan Injil di mana pun dia berada.” Meneladani dan Meneruskan Dua Paus Leo
One Fact E-Friday: Anamnesis
Facts About Anamnesis Asal Usul Kata Bahasa Yunani punya kata anamnesis yang berarti peringatan atau kenangan. Bisa juga memoria dalam Bahasa Latin. Bahasa Ibrani punya kata “zikkaron” yang maknanya juga sama dengan makna Anamnesis. Arti anamnesis atau zikkaron tidak hanya bermakna suatu kenangan subjektif masa lalu belaka tetapi juga aktualisasi nyata dari apa yang dikenang. Pengertian serta Makna Anamnesis secara: Pengertian: momen pengenangan tindakan penyelamatan Allah dalam sejarah, oleh umat di dalam Perayaan Ekaristi (khususnya Doa Syukur Agung) secara intelektual atau pikiran manusiawi. Makna: menghadirkan kembali tindakan penyelamatan Allah, supaya saat umat merayakan Ekaristi mengalami secara nyata (merasakan) sehingga bisa
One Fact Friday: Eksultet
Tahukah kamu apa itu Eksultet? Pengertian Eksultet Menurut beberapa sumber tulisan, pengertian Eksultet pada dasarnya sama: Madah Pujian Paskah yang meriah, yang dinyanyikan oleh petugas atau diakon, sesudah perarakan Lilin Paskah. (sumber 1) Proklamasi Paskah umat manusia: seruan akbar kegembiraan karena jaminan keselamatan telah nyata. (sumber 2) Pemakluman Paskah Kristus secara meriah, sekaligus menyimpulkan bagian pertama ritus Malam Paskah: perayaan terang Kristus yang bangkit jaya. (sumber 3) Lagu liturgi Gereja Katolik yang dinyanyikan oleh seorang diakon atau penyanyi pada malam Paskah pada acara Vigili Paskah. (sumber 4) Sebutan lain untuk Eksultet Exultate berasal dari bahasa Latin yang berarti “bersukacita” atau
Katekese Minggu Paskah
Apa itu Minggu Paskah? Minggu Paskah adalah perayaan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus dari kematian, setelah mengalahkan maut dan dosa. Peringatan hari ketiga setelah Tuhan Yesus wafat di kayu salib ini dirayakan sejak hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama atau sesudah titik (ekuinoks) bulan semi. Mengapa waktu Perayaan Paskah berubah-ubah? Umat Kristen di Barat, khususnya Gereja Katolik Roma merayakan Paskah setelah bulan purnama pertama, setelah ekuinoks musim semi. Ekuinoks adalah fenomena alam saat matahari berada tepat di atas Khatulistiwa, dan menjadi penanda pergantian musim. Ekuinoks tahun ini terjadi pada hari Kamis, 25 Maret 2025, sehingga hari Minggu setelah bulan purnama
Katakese Sabtu Suci dan Vigili Paskah
Apa itu Sabtu Suci? Sabtu Suci adalah saat Tuhan Yesus turun ke tempat penantian, ke dunia orang mati, untuk memberitakan Injil (Bdk. Missale Romanum, Sabbato sancto; Symbolum Apostolorum; 1 Ptr 3: 19). Hal ini terjadi setelah Jumat Agung sampai menjelang Vigili Paskah dan ini adalah kurun waktu kedua dalam rangkaian Tri Hari Suci Paskah dalam Gereja Katolik. Pada sabtu suci ini, Gereja tinggal di makam Tuhan, merenungkan Penderitaan, Wafat dan turun-Nya ke alam maut dan menantikan Kebangkitan-Nya dengan puasa dan doa Adakah sebutan lain untuk Sabtu Suci? Dibandingkan dengan Kamis Putih dan Jumat Agung, Sabtu Suci punya lebih banyak nama.
Katakese Jumat Agung
Katekese Jumat Agung Apa itu Jumat Agung? Mengapa memakai kata “agung”? Jumat Agung adalah peringatan sengsara, penyaliban, dan wafatnya Tuhan Yesus Kristus di kayu salib di Bukit Golgota. Hari Jumat ini menjadi bagian dari peringatan Pekan Suci yang diawali dengan Minggu Palma dan diakhiri dengan Minggu Paskah. Secara etimologis, kata “agung” dalam Jumat Agung merujuk pada kesucian dan keagungan peristiwa yang diperingati. Selain itu, Jumat Agung menyandang kata “agung” karena peristiwa yang diperingati dianggap sebagai momen puncak dari penderitaan dan pengorbanan Tuhan Yesus Kristus demi penebusan dosa umat manusia. Adakah sebutan lain untuk Jumat Agung dan apa maknanya? Dalam Bahasa
Cath – Sink: Katekese Kamis Putih
KATEKESE KAMIS PUTIH Apa itu Kamis Putih? Kamis Putih adalah peringatan untuk mengenang kembali Perjamuan Terakhir Tuhan Yesus bersama kedua belas murid-Nya, yang menjadi liturgi pertama dari Tri Hari Suci Paskah dalam Gereja Katolik. Disebut “Kamis Putih” untuk menunjuk pada warna liturgi putih yang dipakai sebagai simbol kemuliaan dan cinta kasih. Adakah sebutan lain untuk Kamis Putih? Dalam Bahasa Inggris biasanya disebut Holy Thursday atau Maundy Thursday. Kata “maundy” dalam Bahasa Inggris berasal dari kata bahasa Latin “mandatum” yang berarti perintah yang wajib dilakukan. Maka, Maundy Thursday mau merujuk pada momen saat Tuhan Yesus memberi perintah baru untuk saling mengasihi
Cath – Sink: Katekese Tri Hari Suci Paskah
Katakese Tri Hari Suci Paskah Apa itu Tri Hari Suci Paskah? Tri Hari Suci Paskah (Triduum Sacrum Paschale) adalah puncak liturgi Gereja Katolik untuk mengenangkan “Trihari sengsara-wafat-Kebangkitan Kristus. Perayaan ini dimulai dari Kamis Putih dan berakhir pada Minggu Paskah. KAMIS PUTIH yang menggambarkan PERJAMUAN PERSAUDARAAN dan SYUKUR (EKARISTI) mengantar orang untuk masuk dalam misteri JUMAT AGUNG sebagai penyelamatan SALIB yang merupakan kemenangan akan dosa. Di dalamnya, dosa kita diangkat dan DIBANGKITKAN bersama YESUS yang BANGKIT di Hari ketiga. Tri Hari Suci menurut Dokumen Gereja Katolik “Perayaan Trihari Paskah sengsara dan kebangkitan Tuhan dimulai dengan misa sore mengenangkan perjamuan Tuhan pada
Cath – Sink: Katekese Minggu Palma
KATEKESE MINGGU PALMA Apa itu Minggu Palma? Minggu Palma adalah perayaan penting dan utama dalam penanggalan liturgi Katolik yang menjadi awal atau pembuka dari Pekan Suci. Peringatannya di hari Minggu sebelum hari Minggu Paskah. Liturgi Katolik menyebut atau menuliskannya sebagai “Hari Minggu Palma (Mengenangkan Sengsara Tuhan)” Disebutkan “mengenangkan sengsara Tuhan” karena perayaan Minggu Palma bertujuan untuk mengajak umat mengenangkan peristiwa penebusan Tuhan Yesus Kristus lewat sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya. (dalam buku Natal dan Paskah: Perayaan Liturgis dalam Dua Lingkaran tulisan C.H. Suryanugraha, 2021) Kisah Minggu Palma Di dalam keempat Injil Perjanjian Baru, Minggu Palma menceritakan kedatangan Tuhan Yesus ke kota
One Fact Friday: INRI
INRI Tahukah kamu arti dari tulisan INRI? Akronim INRI merupakan singkatan resmi dari kata-kata Bahasa Latin “Iesus Nazarenus, Rex Iudaeorum” dalam Bahasa Indonesia. Kata-kata dari Pontius Pilatus yang ditaruh di atas salib ini artinya “Yesus dari Nazaret, Raja Orang Yahudi”. Terkadang huruf pertama “I” pada tulisan “Iesus” juga sering ditulis dengan huruf “J” sehingga menjadi “Jesus Nazarenus, Rex Iudaeorum” (JNRI). Hal ini tidak memperngaruhi artinya, karena dalam Bahasa Latin, tulisan “Iesus” atau “Jesus” tetap memiliki arti yang sama. Dalam semua Injil sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas) kita hanya membaca kisah para prajurit Romawi meletakkan tulisan INRI di bagian atas salib
One Fact Friday: Alfa dan Omega
Alfa (α) dan Omega (Ω) Tahukah kamu arti dari simbol Alfa (α) dan huruf Omega (Ω) dalam tradisi Katolik? Secara harafiah, arti kata Alfa dan Omega, merujuk pada Alfabet Yunani klasik. Alfa (α atau A) adalah huruf pertama (awal), dan Omega (ω atau Ω) adalah huruf terakhir (akhir). Pasangan huruf ini dipakai sebagai simbol Kristiani, yang sering dikombinasikan dengan tanda salib atau simbol-simbol Kristiani lainnya. Kombinasi rohani ini biasa kita jumpai di lilin Paskah. Lilin yang setiap tahunnya diperlihatkan kepada umat di dalam misa Sabtu Suci atau Malam Paskah. Lambang ini juga bisa kita lihat atau temukan pada: 1. Kasula
