Setiap bangunan memiliki masanya, namun iman umat akan terus bertumbuh melampaui zaman. Pada Januari 2023, sebuah audit teknis yang dilakukan oleh PT Cahya Bima Wibawa membuka mata kita pada sebuah realitas yang menuntut perhatian serius. Ditemukan kerapuhan pada struktur atap dan penurunan fondasi pada bangunan utama gereja kita yang sarat sejarah (bekas bangunan pabrik es).
Kenyataan ini bukanlah sebuah kemunduran, melainkan panggilan untuk bertindak. Demi memastikan keamanan, kenyamanan, dan keselamatan seluruh umat dalam beribadah, Pastor Kepala waktu itu, Rm. Agustinus Purwantoro, SJ, bersama dengan Dewan Paroki Harian (DPH) mengambil sebuah keputusan yang sangat bersejarah. Keputusan itu adalah membangun kembali rumah Tuhan dari titik nol, dengan rancangan elevasi yang lebih tinggi sebagai langkah mitigasi yang bijak terhadap risiko banjir di masa depan.
Langkah iman ini tidak berjalan dalam semalam. Berikut adalah titik-titik terang perjalanan kita bersama:
- 6 Maret 2023: Sebagai langkah konkrit pertama, Panitia Pembangunan Gereja (PPG) resmi dibentuk dan diketuai oleh Bpk. Effendi Hamzah, merajut komitmen untuk mengawal proyek besar ini.
- 15 Februari 2024: Sebuah penantian berbuah manis dengan terbitnya Izin Mendirikan Bangunan/Persetujuan Bangunan Gedung (IMB/PBG) No. SK-PBG-317303-15022024-001 yang melegalkan pembangunan di atas lahan seluas 3.952 m².
- Mei 2024: Berjalan dalam semangat sinode, tim PPG Paroki Mangga Besar berkonsolidasi erat dengan Tim Karya Pengembangan Paroki (TKPP) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) guna mematangkan detail perencanaan arsitektur yang komprehensif.
- 25 Mei 2025: Restu dan dukungan penuh mengalir ketika Keuskupan secara resmi menyetujui seluruh rencana pembangunan beserta Rencana Anggaran Biaya (RAB) Akhir.
- 17 Agustus 2025: Tepat di momen peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80, tiang pancang pertama ditanamkan ke bumi. Proses ini kemudian diikuti dengan uji teknis ketahanan fondasi (PDA & PIT) yang berhasil dirampungkan dengan tuntas pada bulan Oktober 2025. Setelahnya dilanjutkan proses tender untuk menentukan siapa yang akan menjadi kontraktor utama.
- 17 November 2025: Babak baru dimulai. Konstruksi utama yang mencakup Struktur, Arsitektur, dan Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP) resmi mulai digarap oleh tangan-tangan ahli dari PT Cipta Dimensi Baja Nusantara.
Kini, melangkah di tahun 2026, Paroki Mangga Besar tengah berada dalam sebuah fase heroik penyelesaian konstruksi. Debu, peluh, dan deru mesin di lapangan bukan sekadar proses mendirikan fisik bangunan. Lebih dari itu, momentum ini adalah saat di mana kita sedang membangun “bait rohani” yang hidup; memperkuat jalinan iman komunitas dan menghidupkan semangat berjalan bersama dalam suka maupun duka.
Menjadi Batu Hidup
Jika kita menengok ke belakang, perjalanan panjang Paroki Mangga Besar—yang berawal dari kesederhanaan sebuah aula sekolah hingga bersiap menyambut megahnya gereja baru di tahun 2026—adalah bukti nyata dari penyertaan Tuhan yang tak pernah terputus. Sejarah panjang ini telah membentuk DNA umat Mangga Besar yang begitu tangguh: teruji mampu bertahan di masa-masa sulit, dan kini bersatu padu di masa pembangunan.
Gedung baru yang perlahan menjulang tinggi ini pada akhirnya bukan sekadar tumpukan batu bata, baja, dan semen. Ia akan menjadi rahim bagi doa-doa yang dilambungkan dan sakramen-sakramen yang dirayakan. Namun, panggilan yang jauh lebih luhur dari mendirikan bangunan megah ini adalah ajakan untuk membangun “Bait Allah yang hidup,” yaitu diri kita sendiri.
Seiring berdirinya menara gereja yang baru, biarlah iman kita pun semakin kokoh mengakar, dan pintu hati kita terbuka semakin lebar bagi sesama yang rindu akan kasih Tuhan. Di bawah naungan Santo Petrus yang teguh laksana batu karang, serta semangat kerasulan Santo Paulus yang menyala-nyala, mari kita terus melangkah bersama.
Inilah saatnya kita mewariskan api iman para pendahulu, menjadi saksi kasih Kristus yang hidup di jantung hiruk-pikuk kota Jakarta, dan bersama-sama menuliskan babak baru sejarah keselamatan bagi generasi mendatang.
Satu Hati, Satu Iman, Membangun Bersama.
