
Anggota WKRI Paroki Mangga Besar bersama OMK dan perwakilan umat menunjukan produk sabun yang dibuat dari bahan eco enzyme, Sabtu (7/3/2026). foto: Jaka
JAKARTA – Gereja Katolik Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) telah menetapkan tahun 2026 sebagai tahun untuk memperdalam “tanggung jawab pada keutuhan alam ciptaan”. Semangat ini pun disambut hangat oleh ibu-ibu Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki Mangga Besar melalui sebuah aksi nyata yang kreatif dan bermanfaat.
Mengubah Limbah Menjadi Berkah
Pada hari Sabtu (7/3/2026), halaman Gereja St. Petrus dan Paulus tampak lebih ramai dari biasanya. Perwakilan umat dan beberapa Orang Muda Katolik (OMK) berkumpul bersama WKRI untuk belajar membuat sabun cair dari bahan eco enzyme. Kegiatan ini bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan upaya menerjemahkan tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026, yaitu “Pertobatan untuk Merawat Bumi, Rumah Kita Bersama” menjadi aksi konkret.
Eco enzyme sendiri adalah cairan serbaguna yang dihasilkan dari fermentasi limbah rumah tangga, seperti kulit buah atau sisa sayuran yang dicampur dengan gula merah/molase dan air. Setelah difermentasi selama kurang lebih 3 bulan, cairan ini siap diolah kembali menjadi sesuatu yang berharga, salah satunya menjadi sabun.
Melanjutkan Tradisi Merawat Bumi
Ketua WKRI Mangga Besar, Linda Handoyo, menyebutkan bahwa aksi ini adalah kelanjutan dari program tahun lalu. Jika pada tahun 2025 anggota WKRI Paroki Mangga Besar telah sukses membuat sabun batang dengan eco enzym, tahun ini fokus beralih ke pembuatan sabun cuci tangan cair.
“Kebetulan tahun ini juga tahun pertobatan ekologis. Jadi ini juga bisa mengurangi sampah dan ikut serta dalam gerakan merawat bumi,” ungkap Linda.
Melalui pembuatan sabun eco enzyme ini, umat diajak untuk memulai langkah kecil namun nyata dalam memulihkan hubungan manusia dengan alam. Kita belajar bahwa sampah yang biasanya dibuang begitu saja, ternyata bisa diolah menjadi berkah jika kita memiliki kemauan untuk merawat bumi sebagai ‘Rumah Kita Bersama’. Aksi ini juga sejalan dengan penetapan Tahun Yubelium Khusus Santo Fransiskus Asisi oleh Paus Leo XIV, yang mengajak seluruh Gereja Universal untuk melakukan pertobatan ekologis.
Manfaat Ekologis dan Ekonomis
Proses pembuatan sabun ini didampingi langsung oleh Tim Lingkungan Hidup dari Paroki St. Andreas Kim Taegon, Kelapa Gading. Ini juga menjadi salah satu bentuk kerjasama antarparoki di KAJ. Selain bermanfaat bagi lingkungan karena mengurangi sampah organik, produk yang dihasilkan juga memiliki nilai ekonomi.
Dalam kegiatan ini, sebanyak 30 botol sabun cair berhasil diproduksi dan langsung dibagikan kepada para peserta. Imelda Halim, Ketua Bidang Pendidikan WKRI Mangga Besar, berharap kegiatan ini terus mendapat dukungan dari seluruh umat paroki agar dapat berkelanjutan di masa depan. “Kami mengharapkan dukungan dari seluruh umat paroki. Mengingat ini akan berkelanjutan. Apalagi ini juga menjadi aksi kita Bersama dalam mewujudkan pertobatan ekologis,” harapnya.
Mari kita bersama-sama mewujudkan pertobatan ekologis, mulai dari langkah kecil di rumah kita sendiri!
(Penulis: Jaka Maturbongs)


















