
Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Rm. Bernardus Christian Triyudo Prastowo, SJ berpose bersama Tim Komsos usai kegiatan outing di Kebunsu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/7/2026). Foto: Komsos
BOGOR – Tim Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar melaksanakan kegiatan outing di Kebunsu, Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (4/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, Pastor Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, Rm. Bernardus Christian Triyudo Prastowo, SJ, memberikan pembekalan mengenai Spiritualitas Pelayanan dan Merajut Iman Melalui Konten Kreatif, sebagai bekal bagi para pegiat Komsos dalam menjalankan pelayanan komunikasi di era digital.
Dengan gaya penyampaian yang akrab, Romo Yudo mengajak para peserta untuk tidak hanya menjadi admin media sosial, tetapi menjadi “admin Tuhan” yang menghadirkan kasih Kristus melalui setiap konten yang dipublikasikan. Menurutnya, karya komunikasi Gereja merupakan bagian dari pewartaan Injil yang menuntut hati yang melayani, kreativitas, dan kepekaan terhadap kebutuhan umat.
Melayani dengan Hati
Dalam sesi mengenai spiritualitas pelayanan, Romo Yudo menegaskan bahwa pelayanan bukan sekadar menjalankan tugas, melainkan sebuah panggilan untuk menghadirkan kasih Allah kepada sesama. Seorang pelayan diajak untuk memandang dengan hati, mampu merasakan apa yang dialami orang lain, serta memberikan diri dengan sederhana dalam setiap karya yang dilakukan. Sikap inilah yang menjadi dasar pelayanan komunikasi di Gereja.
Menurut Romo Yudo, anggota Komsos memang bekerja di balik layar, tetapi justru dari balik layar itulah mereka ikut mengambil bagian dalam pewartaan Injil. Setiap foto, video, tulisan, maupun desain yang dibuat merupakan sarana untuk menghadirkan wajah Gereja yang ramah, penuh harapan, dan dekat dengan umat.
Merajut Iman Melalui Konten Kreatif
Romo Yudo juga mengingatkan bahwa media digital telah menjadi salah satu sarana penting bagi Gereja dalam mewartakan Injil. Karena itu, media sosial tidak boleh dipandang hanya sebagai tempat menyampaikan informasi kegiatan paroki, tetapi sebagai ruang untuk menghadirkan kasih Tuhan kepada umat.
Ia menegaskan bahwa fokus pelayanan Komsos bukan mengejar jumlah tayangan, tanda suka (likes), maupun pengikut (followers). Yang jauh lebih penting adalah menghasilkan konten yang mampu menjawab kebutuhan umat, menginspirasi, menguatkan iman, serta membawa harapan bagi mereka yang menikmati setiap unggahan.
Kreatif, Kolaboratif, dan Berkelanjutan
Dalam pembekalan tersebut, Romo Yudo juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja tim yang sehat. Para relawan diajak untuk saling mendukung, menjaga semangat pelayanan, serta menghindari kelelahan (burnout) agar karya pewartaan dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Selain itu, kreativitas perlu terus diasah dengan memahami karakter audiens, menentukan tujuan setiap konten, menyampaikan cerita yang menarik, memperhatikan kualitas visual, serta menulis caption yang mampu mengajak umat berinteraksi dan berefleksi.
Pewartaan yang Menghadirkan Kasih Kristus
Romo Yudo menambahkan bahwa pelayanan digital tidak berhenti ketika sebuah konten dipublikasikan. Interaksi dengan umat melalui media sosial serta evaluasi terhadap setiap karya menjadi bagian penting dalam mengembangkan kualitas pelayanan komunikasi Gereja.
Mengakhiri pembekalannya, Romo Yudo mengajak seluruh anggota Tim Komsos untuk senantiasa mengingat bahwa ukuran keberhasilan pelayanan bukanlah tingginya angka statistik media sosial. Yang paling utama adalah sejauh mana setiap konten mampu menghadirkan kasih Kristus, menguatkan iman umat, serta menjadi sarana pewartaan Injil di tengah perkembangan dunia digital.
Kegiatan outing ini tidak hanya menjadi ajang mempererat kebersamaan antaranggota Tim Komsos Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar, tetapi juga menjadi momentum untuk memperdalam spiritualitas pelayanan serta memperkuat komitmen sebagai pewarta Injil di era digital.
(Penulis: Jaka Maturbongs)
