Skip to content Skip to footer

Pelatihan SAPA KAJ & Admin Paroki Bekali Peserta tentang Perencanaan dan Administrasi

Romo Yudo: Pelayanan adalah Proses Belajar dan Bertumbuh

Sosialisasi dan Pelatihan SAPA) bagi BP3 dan PE di Ruang Fransiskus Xaverius, Gedung Karya Pastoral (GKP) Paulus, Gereja St. Petrus dan Paulus Paroki Mangga Besar, Minggu (13/9/2026). Foto: Jaka

JAKARTA – Sosialisasi dan Pelatihan Sistem Aplikasi Program Karya Pelayanan dan Anggaran (SAPA) bagi Bidang Pembinaan, Pengembangan, dan Pengawasan (BP3) serta Perencanaan dan Evaluasi (PE) dengan tema “SAPA KAJ & ADMIN PAROKI” diselenggarakan di Ruang Fransiskus Xaverius, Gedung Karya Pastoral (GKP) Paulus, Gereja St. Petrus dan Paulus Paroki Mangga Besar, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus lingkungan untuk memperdalam pemahaman mengenai perencanaan, evaluasi, penganggaran, serta administrasi dalam mendukung pelayanan di paroki.

‎Kegiatan diawali dengan pembukaan dan puncta yang dibawakan oleh Rm. Peter Benedicto Devantara, SJ. Selanjutnya, Romo Bernardus Christian Triyudo Prastowo, SJ (Romo Yudo) memberikan pengantar sebelum peserta mengikuti materi pelatihan.

‎Dalam pengantarnya, Romo Yudo mengajak peserta melihat pelayanan sebagai proses belajar dan bertumbuh. Ia mengatakan, seseorang tidak selalu langsung mampu melakukan sesuatu ketika pertama kali diberi kesempatan atau tanggung jawab.

‎“Ketika kita diberi kesempatan melakukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah kita coba, tentu ada proses belajar. Tetapi kalau itu dilakukan berulang kali, akhirnya kita menjadi terbiasa dan tumbuh,” ujar Romo Yudo.

‎Menurutnya, proses tersebut membutuhkan guru, pengalaman awal, arahan, dan guideline. Karena itu, dalam pelayanan setiap orang perlu diberi kesempatan untuk mencoba sekaligus mendapatkan pendampingan.

‎Romo Yudo juga mengingatkan agar pelayanan tidak selalu berorientasi pada kesempurnaan. “Kita tidak harus selalu mengejar sesuatu yang sempurna. Yang penting adalah bagaimana kita bisa saling memahami dan saling membantu dalam proses pelayanan,” ungkapnya.

‎Dalam konteks pelatihan SAPA, Romo Yudo mengajak peserta belajar dari pengalaman dan tata kelola yang dikembangkan di tingkat Keuskupan Agung Jakarta. Pengalaman tersebut kemudian diterapkan dalam berbagai program karya pelayanan, termasuk dalam proses perencanaan dan pengelolaan anggaran.

‎Mengenal SAPA dan Pengelolaan Program Karya

‎Materi mengenai pengenalan dan penggunaan SAPA disampaikan oleh Irke Jerfi, Koordinator Bidang Pengembangan Dewan Paroki Harian (DPH) Paroki Mangga Besar. SAPA diperkenalkan sebagai sarana untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan pengelolaan anggaran Program Karya (Prokar) di tingkat paroki.

‎Peserta mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pengelolaan Prokar, mulai dari penyusunan dan penamaan Prokar, penginputan ke dalam SAPA, penyusunan proposal dan pengajuan pencairan dana, pelaksanaan kegiatan, penyusunan serta pengajuan LPJ, hingga proses review dan persetujuan oleh KorBid, Bendahara, dan Ketua DPH.

‎Irke juga menjelaskan ketentuan anggaran, termasuk biaya konsumsi dan akomodasi, tata cara pengisian komponen anggaran dalam SAPA, serta jadwal penyusunan Program Karya dan batas waktu pengajuan proposal maupun LPJ. Peserta juga diperkenalkan dengan server latihan SAPA agar dapat memahami penggunaan aplikasi secara lebih praktis.

‎Administrasi Paroki dan Penggunaan Formulir

‎Sementara itu, Sekretaris Paroki Mangga Besar, Njoo Henny, memberikan materi mengenai Administrasi Paroki dan penggunaan formulir administrasi. Ia menjelaskan bahwa formulir memiliki sejumlah fungsi, antara lain sebagai sarana pengumpulan data, media komunikasi, menjaga keseragaman administrasi, mempermudah pemberkasan, serta menjadi dasar pencatatan.

‎Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai formulir yang tersedia di tingkat Ketua Lingkungan, antara lain formulir Baptis Darurat, penerimaan dalam Gereja Katolik, laporan kematian, surat pernyataan izin anak untuk menjadi Katolik, surat pengantar lingkungan untuk persiapan perkawinan Katolik, serta laporan penerimaan Sakramen Pengurapan Orang Sakit.

‎Perencanaan dan Evaluasi untuk Mendukung Pelayanan

‎Pelatihan juga membahas perencanaan dan evaluasi, termasuk pentingnya menyiapkan setiap kegiatan secara terarah serta melakukan evaluasi sebagai bahan perbaikan. Peserta juga mengikuti praktik pengisian anggaran SAPA yang disertai sesi tanya jawab.

‎Kegiatan ditutup dengan doa dan berkat, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama.

‎Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan semakin memahami tata kelola pelayanan yang tertib dan terencana, terutama dalam aspek perencanaan, penganggaran, evaluasi, dan administrasi, sehingga dapat mendukung pelaksanaan pelayanan di paroki secara lebih efektif.

‎(Penulis: Jaka Maturbongs)

1 Comment

  • Niko
    Posted September 15, 2026 at 07:40

    Belajar bukan untuk mengejar kesempurnaan tapi belajar untuk mengenal dan memahami

Leave a comment