
Foto bersama Pastor Paroki, Romo Bernardus Christian Triyudo Pastowo, SJ, Diakon Amadea Prajna, SJ para frater dan suster serta anak-anak yang mengenakan busana klerus dan religius sebelum Misa Hari Minggu Panggilan di di Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar pada Minggu (26/4/2026), foto: Jaka
JAKARTA — Misa Hari Minggu Panggilan di Paroki Mangga Besar dilaksanakan di Gereja St. Petrus dan Paulus Mangga Besar pada Minggu (26/4/2026), dipimpin oleh Romo Bernardus Christian Triyudo Pastowo SJ.
Pada perayaan ini, paroki mengangkat tema Ecclesia Domestica, yang menekankan pentingnya keluarga sebagai tempat pertama tumbuhnya panggilan iman. Dalam misa tersebut juga dihadirkan berbagai sharing panggilan dari para frater dan suster, serta dari Komisi Kerasulan Keluarga, pembina Bina Iman Anak (BIA), Bina Iman Remaja (BIR), dan Orang Muda Katolik (OMK).
Suasana misa semakin hidup dengan kehadiran anak-anak yang mengenakan busana para klerus dan religius, sebagai simbol pengenalan dan penumbuhan panggilan sejak dini.
Keluarga sebagai Gereja Domestik
Dalam khotbahnya, Diakon Amadea Prajna SJ menjelaskan bahwa istilah Ecclesia Domestica berasal dari dua kata, yakni Ecclesia yang berarti gereja, dan domestica yang berarti rumah atau lokal. Dengan demikian, keluarga dipahami sebagai “gereja domestik” atau gereja kecil yang hidup di tengah rumah tangga. Di sanalah benih-benih iman dan panggilan mulai tumbuh untuk pertama kalinya.
Mengakrabkan Keluarga dengan Yesus
Lebih lanjut, ia merangkum poin pertama dalam refleksinya. Mengacu pada Injil hari itu, Yesus digambarkan sebagai pintu sekaligus gembala yang sejati bagi umat-Nya. Makna ini merupakan ajakan bagi setiap keluarga untuk semakin mengakrabkan diri dengan Yesus.
“Keluarga-keluarga diajak untuk mendekat pada Sang Pintu dan Sang Gembala yang sejati, yakni Yesus sendiri,” ungkapnya. Kedekatan itu dapat diwujudkan melalui doa bersama dalam keluarga, kesetiaan mengikuti perayaan Ekaristi setiap Minggu, serta penerimaan sakramen-sakramen Gereja secara rutin.
Ia juga menambahkan bahwa paroki hadir untuk mendukung keluarga dalam memperkenalkan iman kepada anak-anak melalui para pendamping dan tim pelayanan, sehingga keluarga semakin mampu menumbuhkan kedekatan dengan Yesus sejak dini.
Doa untuk Panggilan Hidup
Poin kedua yang disampaikan adalah ajakan untuk mendoakan panggilan hidup, sejalan dengan peringatan Hari Doa Sedunia untuk Panggilan. Umat diajak untuk secara khusus mendoakan para imam, suster, dan bruder yang sedang menjalani masa pembinaan, serta semua orang dalam berbagai pilihan hidup.
Doa juga ditujukan bagi keluarga-keluarga, mereka yang memilih hidup tidak menikah, serta para orang tua tunggal. Umat diajak untuk tetap akrab dengan Yesus dan setia pada panggilan hidup, tanggung jawab, serta keputusan masing-masing.
Perayaan ini menjadi pengingat bahwa keluarga memiliki peran penting sebagai fondasi utama kehidupan iman, sekaligus tempat pertama di mana panggilan Tuhan disadari dan ditumbuhkan.
(Penulis: Jaka Maturbongs)






