
Komisi Kerasulan Keluarga KAJ memberikan materi kepada pasangan calon suami-istri dalam Kursus Persiapan Perkawinan MRT di Ruang Stanislaus, Gedung Karya Pastoral (GKP) St. Paulus, Paroki Mangga Besar, Sabtu (28/2/2026). foto: jaka
JAKARTA – Menikah dalam Gereja Katolik bukanlah sekadar urusan pesta sehari, melainkan persiapan untuk janji setia seumur hidup, sampai maut memisahkan. Menyadari pentingnya fondasi tersebut, sebanyak 12 pasangan calon suami-istri mengikuti Kursus Persiapan Perkawinan “Membangun Rumah Tangga (MRT)” di Ruang Stanislaus, Gedung Karya Pastoral (GKP) St. Paulus, Paroki Mangga Besar.
Kegiatan yang merupakan agenda rutin Seksi Kerasulan Keluarga (SKK) ini berlangsung selama dua hari penuh, yakni Sabtu (28/2) hingga Minggu (1/3/2026). Dalam kesempatan ini, para peserta mendapatkan pembekalan langsung dari tim Komisi Kerasulan Keluarga Keuskupan Agung Jakarta (KAJ).
Bukan Sekadar Hidup Bersama, Tapi Memahami Tujuan Suci
Ketua SKK Paroki Mangga Besar, pasangan Andrew & Jenny, menjelaskan bahwa tujuan utama MRT adalah memberikan pemahaman yang tepat mengenai esensi perkawinan Katolik. Menurutnya, kesiapan mental dan iman sangat krusial sebelum pasangan melangkah ke altar.
“MRT ini adalah masa persiapan mereka. Banyak yang berpikir kalau menikah ya menikah saja, padahal dalam iman Katolik, pernikahan itu sangat spesial dan sekali seumur hidup. Jadi, tentu butuh persiapan matang. Selain pemberian materi, kami juga mengedepankan sesi sharing pengalaman agar wawasan mereka semakin terbuka,” ujar Andrew di sela-sela kegiatan.
Materi Komprehensif: Dari Pengenalan Diri hingga Pengelolaan Keluarga
Berdasarkan jadwal kegiatan yang disusun, para calon pasutri dibekali dengan 12 sesi materi yang mencakup aspek psikologis, sakramental, hingga praktis dalam berumah tangga:
Hari Pertama: Membedah Hati dan Sakramen
- Mengenal Diri & Komunikasi: Diawali dengan sesi “Inilah Diriku” bersama Husni & Iriani serta “Keluarga Berbicara” oleh Desy.
- Memahami Relasi: Peserta diajak mendalami materi “Mewujudkan Pengharapan” dan “Memahami Cinta”.
- Aspek Hukum & Iman: Sesi krusial mengenai “Perkawinan pada Umumnya” serta materi mendalam tentang “Perkawinan Sakramental” dan “Tata Upacara Liturgi Perkawinan” yang dibawakan langsung oleh Romo Yudo.
Hari Kedua: Persiapan Praktis dan Misi Keluarga
- Ekonomi & Spiritualitas: Pembekalan mengenai “Pengelolaan Keuangan” serta cara “Mengolah Rohani” dalam keluarga.
- Kehadiran Kristus: Materi “Menghadirkan Kristus” dalam rumah tangga bersama Sale & Gladys.
- Kesehatan & Perencanaan: Sesi khusus mengenai “Pengaturan Kelahiran” yang dipandu oleh Dr. Susan.
- Misi Keluarga: Ditutup dengan sesi “Kita dalam Misi” oleh Andrew & Jenny, sebelum para peserta melakukan foto bersama dan penandatanganan Buku MRT.
Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak keluarga-keluarga baru yang tangguh dan setia pada ajaran Gereja. Bagi umat yang berencana melangsungkan pernikahan namun belum mengikuti kursus, Andrew menambahkan bahwa kegiatan MRT selanjutnya direncanakan akan kembali diselenggarakan pada bulan Juni 2026 mendatang.
(Penulis: Jaka Maturbongs)





