
Foto bersama Romo Mikael Irwan Susiananta, SJ bersama pemateri dan peserta usai kegiatan Seminar Musik Liturgi, Sabtu (18/7/2026). Foto: Seksi Liturgi
JAKARTA – Semangat untuk terus belajar dan memperdalam pemahaman tentang musik liturgi menjadi fokus dalam Seminar Musik Liturgi yang diselenggarakan Seksi Liturgi Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Fransiskus–Ignatius, Gedung Karya Pastoral (GKP) Petrus, Sabtu (18/7/2026), ini diikuti oleh para pelayan liturgi, organis, dirigen, anggota koor, pemazmur, serta umat yang terlibat dalam pelayanan musik liturgi.Seminar dibuka oleh Ketua Seksi Liturgi Paroki Mangga Besar, Eugene Srimulyani.
Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat datang kepada para romo, narasumber, dan seluruh peserta yang hadir. Menurutnya, kehadiran para peserta menunjukkan kerinduan yang sama untuk terus bertumbuh dalam pelayanan serta mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan melalui musik liturgi.
Eugene menegaskan bahwa seminar ini bukanlah tempat untuk mencari siapa yang paling benar atau menghakimi kebiasaan yang telah berjalan selama ini. Sebaliknya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar bersama, saling memperkaya pengalaman, dan semakin memahami semangat serta pedoman liturgi Gereja.
“Harapannya, melalui proses ini kita dapat terus bergerak menuju pelayanan liturgi yang semakin baik, semakin indah, dan semakin setia pada apa yang dikehendaki Gereja,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus membuka hati dalam proses pembelajaran. Menurutnya, kebiasaan yang selama ini dilakukan belum tentu selalu sesuai dengan semangat liturgi Gereja. Karena itu, setiap pelayan liturgi dipanggil untuk terus bertumbuh dan memperbarui diri.
Eugene mengutip sebuah kalimat yang menjadi semangat seminar, yakni, “Marilah kita membiasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa.”Ia berharap seminar ini tidak berhenti sebagai penambahan pengetahuan semata, tetapi menjadi bekal nyata dalam pelayanan sehari-hari di paroki sehingga melalui musik liturgi umat semakin terbantu untuk berdoa dan mengalami perjumpaan dengan Tuhan.
Pendalaman Musik Liturgi
Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Natalis Natalianto dari Komisi Liturgi Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) dan Gabriel Syamsudin, Ketua Pemazmur St. Sicilian Paroki Mangga Besar.
Dalam pemaparannya, kedua narasumber mengajak peserta untuk semakin memahami hakikat musik liturgi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan liturgi. Musik liturgi bukan sekadar memperindah perayaan atau menampilkan kemampuan musikal, tetapi merupakan sarana yang membantu umat menghayati misteri iman dan berpartisipasi secara aktif dalam liturgi.
Peserta juga diajak memahami berbagai ketentuan Gereja mengenai pemilihan lagu, fungsi setiap nyanyian dalam perayaan Ekaristi, serta peran organis, dirigen, pemazmur, dan koor dalam mendukung jalannya liturgi. Melalui pendalaman ini, para pelayan musik liturgi diharapkan semakin mampu menjalankan pelayanannya dengan baik, penuh tanggung jawab, dan setia pada pedoman Gereja.
Pesan Romo Irwan: Musik Liturgi Harus Menghidupkan Partisipasi Umat
Di penghujung seminar, Rm. Mikael Irwan Susiananta, SJ menyampaikan pesan kepada seluruh peserta agar apa yang telah diperoleh melalui kegiatan ini sungguh menjadi bekal dalam bernyanyi dan bermusik sesuai dengan tata cara liturgi Gereja Katolik.
Romo Irwan menegaskan bahwa nyanyian liturgi tidak boleh berjalan sendiri atau hanya menjadi ruang bagi para pelayan musik untuk menampilkan kemampuan mereka. Sebaliknya, nyanyian liturgi harus mampu mengajak seluruh umat untuk ikut bernyanyi dan berpartisipasi dalam perayaan, sebab di situlah inti dari liturgi sebagai doa bersama Gereja.
Ia berharap semangat yang diperoleh melalui seminar ini dapat diwujudkan dalam pelayanan sehari-hari di Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar. Dengan demikian, setiap pelayan musik liturgi tidak hanya menghadirkan nyanyian yang indah secara musikal, tetapi juga mampu membantu umat berdoa, menghayati misteri iman, dan mengalami perjumpaan yang semakin mendalam dengan Tuhan.
Seminar Musik Liturgi ini menjadi salah satu wujud komitmen Seksi Liturgi Paroki St. Petrus dan Paulus Mangga Besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan liturgi melalui pembinaan yang berkelanjutan. Diharapkan, kegiatan ini semakin memperkuat semangat seluruh pelayan liturgi untuk terus belajar, bertumbuh, dan melayani dengan setia sesuai semangat dan pedoman Gereja, sehingga setiap perayaan liturgi menjadi semakin hidup, khidmat, dan mampu menghadirkan umat dalam doa bersama.
(Penulis: Jaka Maturbongs)










Foto: Jaka
